alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Bupati Baddrut Bangga Pakai Sarung Tenun Pamekasan

06 April 2021, 20: 00: 09 WIB | editor : Abdul Basri

PRODUK LOKAL: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam didampingi Sekkab Pamekasan Totok Hartono dan Branch Manager PT Taspen Pamekasan Yoka Krisma Wijaya menunjukkan sarung tenun produksi peserta WUB di Peringgitan Dalam Pendapa Ronggosukowati kemarin.

PRODUK LOKAL: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam didampingi Sekkab Pamekasan Totok Hartono dan Branch Manager PT Taspen Pamekasan Yoka Krisma Wijaya menunjukkan sarung tenun produksi peserta WUB di Peringgitan Dalam Pendapa Ronggosukowati kemarin. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Program Wirausaha Baru (WUB) yang digagas Pemkab Pamekasan mulai berjalan baik. Mereka yang pernah menjadi peserta dan mengikuti pelatihan program WUB sudah bisa memproduksi sarung, sepatu, dan songkok berkualitas.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menunjukkan sarung yang diproduksi oleh peserta WUB di Peringgitan Dalam Pendapa Ronggosukowati kemarin (5/4). Sarung bertulis Pamekasan Hebat itu ditunjukkan usai acara penyerahan CSR alat-alat usaha untuk para peserta WUB dan sembako beras 150 kilogram serta paket mi instan dari PT Taspen (Persero).

”Produksi sarung tenun sudah jalan,” ucapnya kemarin (5/4). Produksi sarung tenun ini terletak di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan. Mereka memproduksi pasca mengikuti pelatihan wirausaha yang digagas pemkab melalui program bernama WUB.

Baca juga: Trik Cerdas Memaksimalkan Kapasitas Ruang Laundry

Dari WUB ini, mereka dibantu alat dengan akad pinjam melalui dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu dan naker (DPMPTSP dan Naker). Selain itu, mereka dibantu permodalan dengan bunga satu persen yang tersedia di Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (UKM).

”Warga Pamekasan misalnya berjumlah 800-an ribu, lalu, 200 ribu saja membeli sarung Wamera, yang diproduksi masyarakat di Larangan Badung, ambil laba Rp 20 ribu saja, maka uang beredar di masyarakat sudah Rp 4 miliar,” imbuhnya.

Jika transaksi itu terealisasi, uang miliaran rupiah tersebut tidak berputar di Pamekasan. Tetapi berputar di luar. Perputaran uang dalam transaksi jual-beli sarung itu sudah pasti. Sebab, bagi masyarakat Madura, termasuk Pamekasan, sarung itu semacam napas “ideologis” atau dalam maksud, tidak mungkin orang Madura dilepaskan dari sarung.

”Nah dari produksi sarung lokal di Pamekasan ini, kita ingin menarik perputaran uang yang semula berjalan di luar daerah selanjutnya berputar di daerah. Dari perputaran uang tersebut, akan mewujudkan ketahanan ekonomi,” sambung politikus PKB itu.

Bupati inovatif itu optimistis program WUB semakin berjalan baik. Sebab, setelah dilatih, mereka dibantu alat, termasuk mendapat CSR dari PT Taspen dan beberapa instansi lain di lingkungan Pemkab Pamekasan, hal itu akan sangat membantu kelancaran produktivitas pengusaha.

”Jadi skemanya, mereka dilatih dengan anggaran APBD, alatnya dibantu dari CSR dan permodalannya dari dana channeling,” jelasnya. Selain itu, Pemkab Pamekasan dengan PT Taspen akan menjalin kemitraan dan membantu permodalan dengan bunga sebesar tiga persen.

Molda yang diberikan Pemkab Pamekasan dan PT Taspen tersebut akan dialokasikan kepada mereka peserta WUB. Tujuannya, agar mereka bisa menjalankan usaha dan mampu lebih produktif. ”Produsen songkok, sepatu, sandal dan sarung ini akan diberikan kesempatan mendapat pinjaman modal dengan skema bunga yang kecil,” terangnya.

Baddrut Tamam berharap warga Pamekasan mencintai sarung, songkok, sandal dan sepatu yang merupakan produk lokal asli Kota Gerbang Salam. Sehingga, roda ekonomi tidak berputar di luar daerah.”Kami bersyukur kalau yang dipakai masyarakat itu produk asli Pamekasan,” tutupnya.

Sementara itu, Branch Manager PT Taspen Pamekasan Yoka Krisma Wijaya menerangkan, bantuan CSR yang diberikan kepada Pemkab untuk mendorong produktivitas para pelaku usaha. Tgerutama jebolan progam WUB. ”Alat ini kita berikan khusus peserta yang mengikuti program WUB untuk meningkatkan produktivitas mereka,” terangnya.

Dia menambahkan, institusinya juga memiliki program Peduli Ramadan. Karena itu, menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan paket mi instan. Itu bentuk kepedulian PT Taspen. ”Kita sudah serahkan kepada Pemkab Pamekasan. Kami juga bakal memberikan penghargaan kepada Pemkab Pamekasan karena sudah bersinergi dengan kami,” terangnya. (ky/par)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news