alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarmadura
Home > Politik Pemerintahan
icon featured
Politik Pemerintahan

Winanto: Pemecatan Cacat Prosedur

06 April 2021, 19: 56: 57 WIB | editor : Abdul Basri

BERI KETERANGAN: Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep Winanto (pegang mik) dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di Perumahan Bumi Sumekar Asri, Kolor, Sumenep.

BERI KETERANGAN: Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep Winanto (pegang mik) dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di Perumahan Bumi Sumekar Asri, Kolor, Sumenep. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Konflik internal kader Partai Demokrat (PD) Sumenep kian mencuat ke publik. Karena tidak terima dipecat oleh DPD PD Jawa Timur pada pertengahan Maret lalu, bekas Ketua PAC PD Kecamatan Kota Sumenep Winanto menggelar jumpa pers di kediamannya kemarin (5/4). Sebab, pemecatan itu dinilai cacat prosedur. Konferensi pers tersebut dilakukan di sela-sela tasyakuran.

Menurut Winanto, selain cacat prosedur, pemecatan dirinya sebagai jabatan ketua PAC PD Kecamatan Kota Sumenep dinilai semena-mena karena tidak sesuai dengan AD/ART partai. Tidak diawali sanksi teguran secara lisan maupun tertulis. Alasannya tidak jelas. ”Surat pemecatan itu diputuskan DPD PD Jawa Timur pada 29 Januari 2021 setelah mempertimbangkan usulan DPC PD Sumenep,” ucapnya.

Dia menjelaskan, usulan pemberhentian dan pergantian ketua DPAC PD Kecamatan Kota Sumenep tertuang dalam surat bernomor: 07/DPC.PD/SMP/I/2021. Saat itu, ketua DPC PD Sumenep dijabat (alm) Soengkono dan Sekretaris Indra Wahyudi. ”DPC tidak menyertakan salinan surat usulan pemberhentian dan pergantian ketua DPAC PD Kecamatan Kota Sumenep,” tuturnya.

Baca juga: Bupati dan Waaster Panglima TNI Hadiri Pembukaan Aksi Bela Negara

Winanto menambahkan, saat dirinya berusaha mencari tahu, PD terkesan menutup-nutupi. Dia kecewa karena partai besar seperti PD tidak tertib administrasi. ”Sungguh aneh dan memalukan partai besar seperti Partai Demokrat tidak punya salinan surat. Apalagi menyangkut pemberhentian dan pergantian ketua PAC. Ini kan menyangkut hak seseorang,” ingatnya.

Dia menegaskan, dirinya all-out mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum DPP PD. Karena itu, perlu mengadakan tasyakuran atas ditolaknya permohonan pengajuan pengurus PD versi KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara. Sebab, sudah tidak ada lagi dualisame di tubuh PD.

Winanto menyampaikan permohonan secara terbuka kepada AHY selaku ketua umum DPP PD untuk mengembalikan haknya yang telah dirampas semena-mena. Termasuk, minta AHY mengingatkan DPD PD Jawa Timur agar lebih hati-hati menerbitkan surat keputusan. ”Empat hari sebelum terima SK pemecatan, saya mengisi mimbar demokrasi untuk mendukung AYH di Jakarta. Sepulang dari sana, saya terima hadiah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PD Sumenep Indra Wahyudi enggan mengomentari apa yang disampaikan Winanto. Apalagi, yang bersangkutan sudah dipecat. ”Pemecatan itu pada masa kepemimpinan (alm) Soengkono Sidik. Kurang elok nama almarhum diseret-seret dalam masalah ini. Lebih baik PD fokus mematangkan konsolidasi kader,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai salinan surat usulan pemecatan dan pergantian Ketua DPAC PD Kecamatan Kota Sumenep Indra Wahyudi kembali bungkam. ”Winanto mau menilai seperti apa pun itu hak dia. Saya tidak tidak mau berkomentar. Sebab, itu sudah keputusan DPD PD Jawa Timur,” pungkasnya. (jun)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news