alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

UMM Kembangkan RS Darurat Penanganan Covid-19

06 April 2021, 11: 42: 43 WIB | editor : Haryanto

PAPARAN: Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dan Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. saat diwawancarai awak media.

PAPARAN: Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dan Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. saat diwawancarai awak media. (UMM for RadarMadura.id)

Share this      

MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ditunjuk mengembangkan rumah sakit (RS) darurat penanganan Covid-19. Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M meletakkan batu pertama pembangunan RS Senin (5/4).

Hadir pula wakil bupati, Kapolres Malang, Komandan Kodim 0818 Malang-Batu serta beberapa undangan lainnya. Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor UMM menyampaikan terima kasih kepada pemerintah.

Khususnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kemenkes. Sebab, instansi tersebut membantu merealisasikan pembangunan RS Covid itu.

Baca juga: Satu-Satunya di Madura, es.téh dengan 18 Varian Rasa Buka Cabang

Pembangunan itu juga atas dukungan bupati beserta jajaran, Rumah Sakit UMM, WIKA, dan Yodya Karya. ”Pembangunan RS ini menjadi tekad kami agar Malang, Indonesia serta dunia bisa segera bebas dari Covid-19,” harapnya.

Bupati Malang Drs. H. M Sanusi, M.M. mengapresiasi UMM. Diharapkan, UMM terus berkontribusi di semua bidang.

Dalam kegiatan itu, laporan dari Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur Reva Sastrodiningrat. Dijelaskan, pengembangan RS itu merupakan upaya untuk menangani Covid-19, khususnya di wilayah Malang Raya.

”Sekitar 140.331 pasien positif yang ada di Jawa Timur. Sejumlah 10.346 di antaranya berada di wilayah Malang Raya,” tuturnya lebih lanjut.

RS tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 8.000 meter persegi yang akan dilengkapi 65 bed untuk ruang observasi. Kemudian, delapan bed untuk ruang isolasi serta ruang screening dan fasilitas penunjang lainnya.

”Insyaallah RS ini nantinya akan dijadikan RS penyakit infeksius di Kabupaten Malang ketika pandemi usai,” pungkasnya di akhir laporan. (*/pen/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news