alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Wisata Bukit Kapur Kurang Terawat

05 April 2021, 18: 35: 40 WIB | editor : Abdul Basri

BERFOTO RIA: Pengunjung dari Sidoarjo berfoto ria dengan latar pemandangan Bukit Kapur yang terletak di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, kemarin.

BERFOTO RIA: Pengunjung dari Sidoarjo berfoto ria dengan latar pemandangan Bukit Kapur yang terletak di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, kemarin. (HENDRI KOMARUDIN/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Kota Salak memiliki sejumlah objek wisata yang layak dikunjungi. Salah satunya, Bukit Kapur yang terletak di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Sayangnya, kurang terawat dan promosinya dinilai kurang gencar.

Untuk menuju Bukit Kapur tidak sulit. Dari Kecamatan Kota Bangkalan, jarak yang harus ditempuh  lebih kurang 18 kilometer. Letak Bukit Kapur dekat dengan objek wisata religi makam Rato Ebu.

Agar tidak ada kendala saat menuju Bukit Kapur, pelancong sebaiknya menggunakan kompas. Walaupun akses menuju lokasi tidak begitu sulit, tetapi harus berhati-hati karena jalannya sedikit sempit.

Baca juga: Imbauan BPBD Sumenep Pasca Angin Puyuh Serang 2 Desa

Jika membawa sepeda motor, pengunjung harus mengeluarkan uang Rp 5 ribu untuk biaya parkir. Sedangkan untuk biaya parkir mobil sebesar Rp 20 ribu. Sementara harga tiket masuk (HTM) Rp 5 ribu per orang.

Jiabdullah, petugas tiket Bukit Kapur menuturkan, saat hari libur, pengunjung yang datang kebanyakan dari luar Madura. ”Yang rame itu ketika hari Sabtu dan Minggu. Banyak orang luar Madura datang ke sini,” ucapnya.

Apabila pengunjung membutuhkan makanan dan minuman (mamin), Jiabdullah bilang tidak perlu khawatir. Sebab, sudah ada pedagang yang menyediakan mamin. ”Banyak pengunjung yang foto-foto di tempat wisata,” tutur pria berusia 60 tahun itu.

Niken, salah satu pengunjung yang ditemui Jawa Pos Radar Madura (JPRM) menuturkan, dirinya jauh-jauh dari Sidoarjo ke Bangkalan hanya untuk melihat keindahan wisata Bukit Kapur. ”Bukit Kapur memang layak untuk dikunjungi,” katanya.

Namun, Niken menyayangkan akses jalan menuju Bukit Kapur yang terbilang sempit. ”Sayangnya, Bukit Kapur kurang begitu terawat. Padahal tidak kalah dengan objek wisata yang lain,” sesalnya.

Sebelum ramai dikunjungi wisatawan, Bukit Kapur merupakan tambang batu kapur. Menariknya, aktivitas penambangan tersebut masih berlanjut sampai sekarang. Dari bekas pahatan-pahatan batu itu, kini memancarkan pemandangan yang indah. Apalagi saat disinari matahari, pengunjung akan dimanjakan warna bebatuan yang merah merona. (*)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news