alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

BPPKAD: Belasan Randis Tak Layak Dijual Per Unit

05 April 2021, 18: 26: 00 WIB | editor : Abdul Basri

TAK TERPAKAI: Warga mengamati kondisi randis di parkiran kantor BPKAD Sumenep kemarin.

TAK TERPAKAI: Warga mengamati kondisi randis di parkiran kantor BPKAD Sumenep kemarin. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Program penghapusan aset kembali dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tahun ini. Sebanyak 13 unit kendaraan dinas (randis) akan dilelang. Pelelangan randis akan dilakukan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pamekasan.

Kabid Aset Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep Imam Hidayat mengatakan, puluhan randis yang akan dilelang merupakan usulan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). ”Randis tersebut terdiri dari kendaraan roda dua maupun roda empat,” ucapnya.

Menurutnya, randis tersebut sudah tidak layak pakai dan membutuhkan anggaran besar untuk diperbaiki. Institusinya telah melakukan verifikasi. Hasilnya, randis tersebut tidak layak dilelang per unit. Tapi, melalui scrap atau ditimbang karena kerusakannya terbilang cukup parah. ”Harga jualnya pasti murah. Sebab, sulit laku kalau dijual per unit,” imbuhnya.

Baca juga: Lahan Eks Rumah Sakit Belum Bisa Ditempati PKL

Imam Hidayat mengakui, puluhan randis tersebut saat ini memang belum dilelang. Sebab, institusinya belum mengajukan permohonan kepada KPKNL Pamekasan. Tapi, dalam waktu dekat akan mengusulkan agar segera dilakukan penilaian. Tujuannya, menentukan limit harga. Karena pemkab tidak memiliki gudang khusus, puluhan randis tersebut masih ada di masing-masing OPD.

”Setelah kami mengajukan permohonan lelang, nanti ada tim dari KPKNL yang akan melakukan penilaian,” jelasnya.

Dijelaskan, setelah dilakukan penilaian, institusinya akan menunggu tahapan selanjutnya dari KPKNL. Sebab, KPKNL tidak hanya menangani lelang aset milik Pemkab Sumenep. Tetapi  juga seluruh kabupaten di Pulau Madura. ”Kami tinggal menunggu petunjuk dari sana (KPKNL, Red). Uang hasil penjualan aset akan disetor ke kas daerah,” pungkasnya. (jun)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news