alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Imbauan BPBD Sumenep Pasca Angin Puyuh Serang 2 Desa

Cuaca Ekstrem sampai Pertengahan April

05 April 2021, 18: 23: 30 WIB | editor : Abdul Basri

PANIK: Sejumlah warga berhamburan ke luar rumah sebelum angin puyuh menyapu Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Sabtu (3/4).

PANIK: Sejumlah warga berhamburan ke luar rumah sebelum angin puyuh menyapu Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Sabtu (3/4). (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

Warga Kota Keris harus waspada pasca angin puyuh mengamuk Sabtu (3/4). Jika abai, khawatir terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Imbauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep harus dipatuhi.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

BELAKANGAN ini cuaca ekstrem kembali mengintai sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep. Terakhir, bencana angin puyuh yang menerjang dua desa di Kecamatan Kalianget. Akibatnya, belasan unit bangunan rusak dan sejumlah warga mengalami luka-luka.

Baca juga: Tak Lengkapi Syarat, Pencairan DD Tersendat

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi mengatakan, imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam telah disampaikan institusinya sejak awal. Tepatnya saat memasuki musim hujan. ”Termasuk melakukan pemetaan wilayah potensi bencana. Itu sebagai langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya bencana,” katanya.

Bencana dimaksud seperti longsor, angin kencang, banjir, gelombang laut, pohon tumbang, dan lainnya. ”Bencana yang kerap terjadi saat memasuki musim penghujan. Dalam pengamatan kami, cuaca ekstrem memang kerap terjadi pada masa transisi,” imbuhnya.

Dijelaskan, saat ini merupakan masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. ”Sesuai rilis BMKG yang diterima institusinya, cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga pertengahan bulan April. Diperkirakan dua minggu terakhir sudah memasuki musim kemarau,” tuturnya.

Abd. Rahman Riadi minta seluruh masyarakat Sumenep terus meningkatkan kewaspadaan. Utamanya masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Sebab, kawasan tersebut sering dilanda bencana angin puyuh. Dia juga minta nelayan menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan.

”Masa transisi pada peralihan musim seperti ini sering ada peningkatan cuaca ekstrem. Seperti dulu, ketika peralihan musim kemarau ke penghujan,” jelasnya.

Dia berjanji akan terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat sebagai bentuk mitigasi bencana. ”Saat kondisi tertentu, masyarakat harus lebih peka mencermati kondisi alam. Apalagi, pada masa-masa seperti ini,” terangnya.

Ditambahkan, ketika terjadi bencana, masyarakat diharapkan bisa segera melakukan penyelamatan mandiri. Misalnya, mencari tempat yang lebih lapang untuk menghindari bencana longsor. Termasuk, lebih cepat menginformasikan apabila terjadi bencana agar segera mendapat penanganan,” pintanya.

Abd. Rahman Riadi menyatakan sudah berkoordinasi dengan pemerintah Desa Pinggir Papas dan Desa Karang Anyar. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan akan difasilitasi agar mendapat bantuan stimulan. ”Kami sudah kunjungi dua desa itu dan meminta pemerintah desa mendata para korban. Semoga tidak ada bencana lagi,” harapnya.

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news