alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Satruki Sudah Lama Sediakan Bilik Cinta

01 April 2021, 18: 52: 33 WIB | editor : Abdul Basri

DISOROT: Rumah Satruki yang diduga disewakan di Dusun Lang-tolang, Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan.

DISOROT: Rumah Satruki yang diduga disewakan di Dusun Lang-tolang, Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan. (ONGKY ARISTA UA./RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pamekasan punya konsep Gerakan Pembangunan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam). Namun, tidak lantas bebas dari tindakan kotor. Buktinya, ada satu rumah di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, yang disewakan menjadi tempat esek-esek. Tarif sekali sewa Rp 50 ribu.

Hal itu terungkap saat Satreskrim Polres Pamekasan menangkap Satruki, warga Desa Ponteh, Sabtu (27/3) pukul 12.00. Penangkapan Satruki bermula saat tim reserse mendapat informasi tindak prostitusi di sebuah rumah pukul 10.30 pada hari yang sama.

Pada saat itu, tim Satreskrim Polres Pamekasan turun lokasi. Kemudian, mendapati dua pasangan bukan suami istri tanpa pakaian di dalam rumah. Rumah tersebut tidak lain adalah rumah Satruki.

Baca juga: Inovatif! Begini Cara BPJS Kesehatan Jemput Bola di Masa Pandemi

Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Satruki mengaku menjadi penyedia tempat esek-esek. Rumah yang disewakan biasa ditempatinya bersama istri dan anaknya.

Sewa-menyewa rumahnya itu sudah lama berlangsung. Pengakuannya sejak 2020. Beberapa pihak sudah mengetahui bisnis tersebut. ”Semua tahu,” katanya Senin (29/3).

Sementara itu, Kepala Desa Ponteh Nansi Pritadora mengakui di desanya memang pernah ada lokalisasi. Namun, lokasi itu sudah dibubarkan oleh pihak desa pada 2019. Kalau bisnis Satruki dipastikan itu dilakukan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan desa.

”Kalau kami mengetahui itu, pasti kami tindak tegas seperti pembubaran lokalisasi dulu,” sambungnya.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Ali Masykur mengaku kaget di desa kecil seperti Ponteh ada rumah yang disewakan untuk tindak prostitusi. Karena itu, pihaknya sangat menyayangkan praktik prostitusi tersebut. ”Apalagi, Pamekasan berjuluk bumi Gerbang Salam,” terangnya.

Kasatpol PP Pamekasan Kusairi menyatakan, menyediakan tempat untuk esek-esek jelas melanggar peraturan daerah (perda). Pihaknya akan turun lokasi untuk melakukan pendekatan, melihat persoalannya, dan menindak tegas. (ky)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news