alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

M. Tabrani Sosok Pemberani, Umur 22 Letakkan Dasar Bahasa Indonesia

31 Maret 2021, 18: 26: 28 WIB | editor : Abdul Basri

INSPIRATIF: Bupati menyerahkan lukisan M. Tabrani karya budayawan D. Zawawi Imron kepada Ratna Susilowati selaku keponakan M. Tabrani kemarin.

INSPIRATIF: Bupati menyerahkan lukisan M. Tabrani karya budayawan D. Zawawi Imron kepada Ratna Susilowati selaku keponakan M. Tabrani kemarin. (ONGKY ARISTA UA./RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Enam puluh orang dari berbagai elemen sepakat, merekomendasikan, dan mengusulkan penghargaan negara berupa gelar pahlawan nasional kepada M. Tabrani. Pernyataan kesepakatan itu dibuktikan dengan tanda tangan dalam sosialisasi pengajuan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional di Pamekasan kemarin (30/3).

Puluhan orang itu terdiri atas sepuluh narasumber dan 50 peserta. Puluhan peserta itu terdiri atas tokoh, budayawan, sejarawan, sastrawan, generasi muda, wartawan, dan anak bangsa lainnya. Mereka sepakat gagasan besar M. Tabrani melahirkan bahasa Indonesia dan terbukti mempersatukan manusia Indonesia yang berbeda-beda sehingga bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa persatuan.

Mohammad Tabrani Soerjowitjitro atau lebih lebih dikenal dengan nama M. Tabrani lahir di Pamekasan pada 10 Oktober 1904. Dia wafat di Jakarta, 12 Januari 1984. Pada masanya, dia pernah menjadi ketua Kongres Pemuda I pada 30 April–2 Mei 1926. Dialah yang punya gagasan dan mengusulkan nama bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Baca juga: Laga Padat, RD Rotasi Pemain

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang mengawali penandatanganan pernyataan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional di Pamekasan kemarin (30/3). Kemudian disusul Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Prof Dr Endang Aminudin Aziz, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikbud M. Abdul Khak, serta Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Asrif.

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman juga membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan. Dukungan juga diberikan Kadisdikbud Pamekasan Akhmad Zaini, Kabag Kesra Setkab Pamekasan Halifaturrahman, dan budayawan M. Thoriq Sya’rani.

Bupati Baddrut mengungkapkan, M. Tabrani merupakan sosok pejuang yang bergerak pada masa impitan penjajah. Menurut dia, Tabrani memiliki semangat luar biasa, setiakawan, dan menginspirasi. Semangat nasionalisme itu bagian dari komitmen bangsa dan bahasa Indonesia yang dicetuskan M. Tabrani menyatukan bangsa.

”Saya pasti mendukung. Kalau harus saya tanda tangan sekarang, saya siap. Tapi, harus ada narasi agar tidak hanya menjadi usul,” ungkapnya dalam sambutan sebelum penandatanganan pernyataan kesepakatan.

Sosialisasi tersebut digelar agar masyarakat mengetahui bahwa M. Tabrani kelahiran Pamekasan. Rumahnya berada di Jalan Sersan Mesrul, Kelurahan Gladak Anyar, Kota Pamekasan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Prof Dr Endang Aminudin Aziz menerangkan, Mohammad Tabrani Soerjowitjitro adalah sosok yang melampaui zamannya. Pada Kongres Pemuda I, dia merupakan anak muda yang berani dan berhasil meletakkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. ”M. Tabrani adalah sosok visioner tentang politik bahasa,” ungkapnya.

Menurut dia, pada saat bangsa Indonesia sedang dijajah, bukan hal yang mudah meletakkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Namun, M. Tabrani bergerak dan berhasil membuktikan, tidak mudah ditundukkan oleh penjajah. ”M. Tabrani berani mengatakannya pada tahun 1926, sebelum Indonesia merdeka, dan ini kemudian menjadi titik tolak Indonesia berjuang menuju kemerdekaan,” sambungnya.

Gagasan M. Tabrani ini kemudian diadopsi ke dalam bait-bait Sumpah Pemuda yang tercetus pada 1928. Aminudin mengatakan, selain dari politik bahasa, M. Tabrani memiliki jasa besar dalam mempersatukan pemikiran para pemuda dari berbagai daerah untuk berpikir tentang Indonesia.

Sebagaimana tekad bulat M. Tabrani saat mengatakan dengan tegas di dalam tulisannya yang berjudul Bahasa Indonesia di koran Hindia Baroe edisi 11 Februari 1926. Tabrani menulis, ”Bangsa Indonesia belum ada. Terbitkanlah bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia belum Ada. Terbitkanlah bahasa Indonesia Itu!” demikian petikan tulisan M. Tabrani tersebut.

”Inilah gagasan M. Tabrani yang melintasi wilayah, ruang, dan waktu, karena pada saat itu, dia baru berusia 22 tahun,” terangnya. Prof Aminudin mengatakan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud mengarsip karya-karya M. Tabrani, khususnya karya-karya jurnalistik dan tulisannya yang begitu heroik.

”Karena M. Tabrani ini, selain sebagai sosok pemuda, penggerak kemerdekaan, dan pencetus bahasa Indonesia, dia seorang wartawan. Kami juga mengarsipkan memoarnya, Anak Nakal Banyak Akal,” katanya.

Setelah sosialisasi itu, Kemendikbud melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa akan menggelar seminar nasional yang mendatangkan para ahli untuk membahas tentang M. Tabrani. ”Baru setelah itu kita akan koordinasikan dengan Kementerian Sosial, kemudian akan kita usulkan. Sepanjang kita bisa bergerak cepat, maka ini memungkinkan terealisasi tahun ini,” ucapnya.

Sosialisasi itu juga dihadiri Ratna Susilowati, keponakan M. Tabrani di Pamekasan. Dia mengaku senang pamannya diusulkan menjadi pahlawan nasional. ”Tentu harapannya, M. Tabrani bisa menginspirasi lebih banyak orang. Terutama anak muda, khususnya di Pamekasan,” terangnya setelah menerima lukisan M. Tabrani karya budayawan D. Zawawi Imron dari Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. (ky)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news