alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Produksi Sepatu setelah Mengikuti Program WUB

Ciptakan 15 Model, Jumlah Produksi 10 Ribu

31 Maret 2021, 16: 54: 55 WIB | editor : Haryanto

INDUSTRI: Salah seorang karyawati menjahit sepatu di Industri Sepatu PSG Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan.

INDUSTRI: Salah seorang karyawati menjahit sepatu di Industri Sepatu PSG Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan. (Moh. Ali Muhsin/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Program Wirausaha Baru (WUB) yang digagas Pemkab Pamekasan benar-benar dirasakan manafaatnya oleh masyarakat. Program prioritas Bupati Baddrut Tamam tersebut melahirkan tempat produksi sepatu di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan.

Jawa Pos Radar Madura berkunjung ke lokasi pada Selasa (23/3). Lokasi tempat produksi sepatu tersebut tepat berada di depan rumah kepala Desa Pasanggar. Pada saat ke lokasi, Jawa Pos Radar Madura ditemui Sekdes Pasanggar Fathor Rahman.

Dia mengatakan, muncul rencana memproduksi sepatu bermula saat empat anak muda di Desa Pasanggar mengikuti program pelatihan WUB Pemkab Pamekasan. Empat pemuda tersebut dikirim ke Mojokerto selama dua bulan.

Baca juga: RadarMadura.id Terverifikasi Faktual, Ini Harapan Kapolres Bangkalan

BERHASIL: Sejumlah anak muda berada di tempat Industri Sepatu PSG di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan.

BERHASIL: Sejumlah anak muda berada di tempat Industri Sepatu PSG di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan. (Moh. Ali Muhsin/RadarMadura.id)

”Di sana, empat orang anak muda ini mendalami praktik pembuatan sepatu,” terangnya. Mulai dari mal, jahit, dan perakitan atau finishing-nya. ”Saat ikut pelatihan, mereka tidak mengeluarkan biaya, karena dibiayai PEZZMKAB,” terangnya.

Dia mengatakan, program WUB sangat menginspirasi lahirnya usaha. Dia mengatakan, ibarat rumah, WUB adalah pintu masuk untuk mulai berkreasi. ”Akhir 2019 ikut pelatihan, pertengahan 2020 mulai merintis,” katanya.

Fathor mengatakan, empat anak yang ikut pelatihan WUB adalah lulusan SMA. Jika tidak memiliki kreativitas, mereka berpotensi bekerja ke luar negeri atau menjadi pengangguran. ”Alhamdulillah tidak. Setelah pelatihan, kami kumpulkan mereka dan menggarap tempat produksi ini,” terangnya.

Sementara itu, Manajer Industri Sepatu Pasanggar (PSG) Bahrul mengatakan, program WUB sangat membantu munculnya kreativitas di kalangan masyarakat. ”Karena program WUB ini, akhirnya bisa mendapat kreativitas dan bisa membuat sepatu. Sudah sepuluh ribuan sepatu yang kami produksi dengan belasan model,” katanya.

Dia berterima kasih pada Pemkab Pamekasan yang telah memulai program WUB. Sebab, WUB memberi kesempatan masyarakat, utamanya anak muda untuk berlatih usaha dan akhirnya menciptakan produk bernilai ekonomi. ”Kami berterima kasih atas kesempatan ikut program WUB ini,” terangnya.

Industri tersebut mampu memproduksi sepuluh ribu pasang sepatu. Setiap hari mereka menghasilkan rata-rata 30 pasang sepatu. Saat ini sudah ada 15 model dan dijual di toko-toko di Madura. Industri ini juga sudah menyerap delapan pekerja yang rata-rata lulusann SMA. (ky/han/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news