alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sediakan Kamar Esek-Esek, Polisi Tangkap Warga Galis

30 Maret 2021, 18: 54: 14 WIB | editor : Abdul Basri

TAK MENGELAK: Satruki saat diperiksa di aula Satreskrim Polres Pamekasan kemarin.

TAK MENGELAK: Satruki saat diperiksa di aula Satreskrim Polres Pamekasan kemarin. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Satreskrim Polres Pamekasan mengamankan warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, berinisial S pada Sabtu siang (27/3). Dia ditangkap polisi karena menyewakan salah satu kamar di rumahnya kepada dua sejoli bukan pasangan suami istri (pasutri). Padahal, rumah tersebut juga ditempati anak dan istrinya.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo menuturkan, semula pihaknya menerima informasi ada dua pasangan bukan suami istri berbuat tindak asusila di sebuah rumah warga Desa Ponteh pada Sabtu (27/3) sekitar pukul 10.30. ”Saat turun ke lokasi, tim mendapati pasangan berstatus bukan pasutri tanpa sehelai pakaian di kamar rumah warga. Rumah tersebut milik S yang dihuni istri dan anaknya,” terangnya.

Menurut Adhi, dua pasangan yang belum diikat akad pernikahan itu pun dimintai keterangan oleh aparat kepolisian saat itu juga. Hasil pemeriksaan sementara, terungkap fakta bahwa perempuan yang diamankan polisi merupakan pekerja seks komersial (PSK). Agar bisa kencan dengan perempuan tersebut, pria hidung belang harus mengeluarkan uang Rp 200 ribu.

Baca juga: Polisi Butuh Waktu Tambahan Untuk Ungkap Kasus Penembakan

”Sementara yang menyediakan tempat adalah S. Dia menyewakan kamar di rumahnya dengan tarif Rp 50 ribu. Bukan hotel atau penginapan, melainkan rumah biasa yang disewakan untuk mereka yang ingin berhubungan badan. Tapi, pasangan itu pasutri,” imbuh Adhi.

Adhi menjelaskan, PSK dan pelanggan yang tertangkap basah di rumah S hanya dimintai keterangan dan diberi pembinaan. Sementara S diproses Satreskrim Polres Pamekasan. S dijerat pasal 296 juncto pasal 506 KUHP. ”S mempermudah atau menjadi penyedia perbuatan cabul. S diancam hukuman satu tahun empat bulan penjara,” terangnya.

Sementara itu, pria berinisial S yang belakangan diketahui bernama Satruki mengakui rumahnya disewakan kepada sejoli bukan pasutri. Di rumah itu, ada dua kamar yang disewakan. ”Saya tinggal bersama anak dan istri. Saya menyediakan rumah untuk kegiatan esek-esek karena tidak punya pekerjaan. Istri saya sebenarnya marah, tapi akhirnya nurut perkataan saya,” akunya.

Satruki mengatakan, kamar di rumahnya sudah setahun disewakan untuk kegiatan asusila tersebut. Dia menegaskan tidak menyediakan perempuan, melainkan hanya tempat. ”Tidak setiap hari ada. Kadang hari ini ada penyewa, baru minggu depannya ada penyewa lagi. Saya menyesal dan siap menjalani proses hukum,” papar pria 46 tahun yang dikaruniai tiga anak itu. (ky)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news