alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Butuh Waktu Tambahan Untuk Ungkap Kasus Penembakan

30 Maret 2021, 18: 45: 28 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERNYAWA: Anggota kepolisian melihat korban penembakan Syafiuddin di kamar mayat RSUD Bangkalan, Minggu (28/3).

TAK BERNYAWA: Anggota kepolisian melihat korban penembakan Syafiuddin di kamar mayat RSUD Bangkalan, Minggu (28/3). (KANIT PIDUM FOR RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Satreskrim Polres Bangkalan memerlukan waktu tambahan untuk mengungkap kasus penembakan yang menewaskan Syafiuddin alias Luddin pada Sabtu (27/3). Buktinya, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu terduga pelaku kasus penembakan yang bikin geger suasana Dusun Lebak Barat, Desa/Kecamatan Sepulu, itu.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo menyatakan, institusinya masih melakukan penyelidikan intensif atas kasus tersebut. Dengan demikian, bisa diketahui kronologi dan motif pelaku hingga tega merenggut nyawa Syafiuddin alias Luddin. ”Kami masih dalami dulu,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kemarin (29/3).

Menurut Sigit Nursiyo Dwiyugo, berdasar laporan yang diterima institusinya, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dekat lembaga pendidikan yang tidak jauh dari rumahnya. ”Kami masih melakukan penyelidikan seperti meminta keterangan saksi dan keluarga korban,” ucapnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto.

Baca juga: Warga Beluk Kenek Dibacok OTK

Sigit Nursiyo Dwiyugo berjanji akan melakukan razia senjata api (senpi). Jika warga yang memiliki senpi ilegal menyerahkan secara baik-baik kepada polisi, dipastikan tidak akan diproses hukum. ”Tapi kalau kami temukan warga memiliki senpi ilegal, maka akan kami proses hukum. Termasuk pelaku penembakan ini,” tegasnya.

Saat ditanya apakah polisi sudah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku penembakan, Sigit Nursiyo Dwiyugo menyatakan belum mengantongi. Karena itu, sampai saat ini institusinya terus melakukan penyelidikan. ”Yang jelas, kami akan mengungkap kasus ini dan mencari pelaku,” tegas mantan Panit I Unit I Subdit II Ditreskrimsus Polda Jawa Timur itu.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sepulu H. Mahmud Tabrani menyampaikan, penemuan jasad korban ada dua versi. Pertama, ada yang menyatakan korban ditembak dan ditemukan pada Sabtu (27/3) sekitar pukul 23.00. Kedua, korban ditembak dan ditemukan pada Minggu (28/3) sekitar pukul 01.00. ”Kalau kronologi saya tidak tahu. Mungkin, keluarga korban sudah dimintai keterangan oleh polisi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, nama lengkap korban Syafiuddin dan biasa dipanggil Lidin. Berdasar informasi yang diterima Mahmud Tabrani, warga Dusun Lebak Barat, tersebut dikabarkan sedang tertimpa masalah. ”Saya menerima laporan dari salah seorang keluarga korban seperti itu, korban memiliki masalah,” tuturnya tanpa menjelaskan lebih detail.

Mahmud Tabrani berharap kondusivitas wilayah tetap terjaga pasca insiden penembakan tersebut. Dia juga berharap insiden serupa tidak terulang kembali. Dengan demikian, suasana dan warga Desa Sepulu tetap aman dan tidak ada gesekan dengan yang lain. ”Harapan saya sebagai sesepuh Desa Sepulu, semoga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini,” pungkasnya. 

(mr/rul/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news