alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Kenali Gejala Katarak dan Penanganannya

29 Maret 2021, 17: 26: 30 WIB | editor : Abdul Basri

dr. Fitria Romandiana  Dokter Spesialis Mata RSUD Syamrabu Bangkalan.

dr. Fitria Romandiana Dokter Spesialis Mata RSUD Syamrabu Bangkalan. (PRIMA FOR RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Penyakit katarak sering diabaikan dan dianggap enteng. Padahal, penyakit tersebut bisa menyebabkan kebutaaan. 

Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk mengenali gejalanya. Supaya mendapat penanganan yang prima dan tidak terlambat.

Dokter Spesialis Mata RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Fitria Romandiana mengutarakan, hasil survei rapid assessment of avoidable blindness (RAAB) pada 2020, diperkirakan ada 1,3 juta penduduk Indonesia yang mengalami katarak. Lalu, prevalensi katarak di Jawa Timur mencapai 4,4 persen pada usia lansia. Artinya, jika penduduk Bangkalan sebanyak 1.054.873 jiwa (berdasarkan data sensus BPS 2020), ditaksir ada 6.329.238 penduduk lansia di Bangkalan yang akan mengalami katarak.

Baca juga: Kades Bundah Terbelit Utang, 3 Bulan Belum Bayar Belanja Bahan Pokok

Menurut Fitria, katarak bisa mengenai semua lapisan usia. Hanya, yang paling rentan terjadi pada kelompok usia 50 tahun ke atas. Penyebab katarak bermacam-macam. Di antaranya karena proses degenerasi, infeksi virus saat kehamilan, trauma, dan komplikasi dari penyakit mata.

Adapun faktor risiko yang menyebabkan katarak bisa muncul lebih dini. Yakni, sering terkena paparan sinar matahari, sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat (fast food), penggunaan obat tetes mata tanpa pengawasan dokter, dan konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak dan sering.

”Kemudian, juga menderita penyakit diabetes melitus dan menderita radang pada mata (uveitis) serta merokok,” ujar ahli vitreo-retina itu kemarin (28/3).

Konsultan KBR (katarak dan bedah refraksi) itu mengungkapkan, pemeriksaan apa saja yang akan dilakukan untuk mendeteksi adanya katarak. Pertama, tajam penglihatan (visus), kedua pemeriksaan menggunakan alat lup (kaca pembesar), atau menggunakan alat slit lamp biomikroskop serta ketiga pemeriksaan retina mata.

Lalu, apakah katarak bisa disembuhkan? Tentu sangat bisa. Caranya, tidak ada penanganan lain selain operasi katarak. Operasi katarak ada berbagai teknik. Salah satu teknik terbaru adalah EKEK (ekstraksi katarak ekstrakapsular). Teknik tersebut merupakan yang paling aman. Pasca operasi, penderita tidak perlu lagi menggunakan kacamata tebal karena lensa yang mengalami katarak akan diganti dengan lensa tanam (lensa intraokuler). Teknik EKEK ini ada yang lukanya lebar, ada yang kecil (teknik fakoemulsifikasi).

Dengan luka kecil ini memungkinkan operasi hanya menggunakan bius tetes mata, operasi yang singkat hanya sekitar 5–7 menit. Penderita bisa langsung pulang setelah operasi, tidak perlu opname. Mata tidak perlu ditutup, tidak sakit, tidak ada perdarahan, dan langsung bisa melihat lagi.

”Teknik sayatan kecil ini sudah bisa dikerjakan di RS Syarifah Ambami Rato Ebuh Bangkalan sejak 2019,” terangnya. (par)

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news