alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Urus Keterangan Swab Harus Taati Prosedur

29 Maret 2021, 17: 23: 47 WIB | editor : Abdul Basri

PEMERIKSAAN: Ra Fathorrosi Zubeir saat melakukan swab PCR di RSUD Syamrabu Bangkalan, Sabtu (27/3).

PEMERIKSAAN: Ra Fathorrosi Zubeir saat melakukan swab PCR di RSUD Syamrabu Bangkalan, Sabtu (27/3). (RSUD SYAMRABU FOR RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Keinginan masyarakat untuk mendapatkan penanganan lebih cepat prima harus jadi atensi RSUD Syamrabu. Namun, prosedur yang sudah ditetapkan juga wajib ditaati.

Wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Farhat Suryaningrat mengatakan, sebenarnya sesuatu yang wajar jika masyarakat ingin proses cepat. Tetapi, tetap harus mematuhi prosedur pelayanan. Budaya daftar dan antre wajib diikuti.

”Yang sering terjadi mengenai pemeriksaan swab itu, masyarakat ingin (hasilnya) cepat jadi,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bangkalan kemarin (28/3).

Baca juga: Hormati Leluhur, Baca Yasin dan Tahlil Bersama Tiap Tahun

Bahkan, sebagian masyarakat hanya ingin minta surat keterangan dari dokter tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Semisal, mendadak ingin terbang naik pesawat. Itu enggan diperiksa, tapi bersikeras minta surat keterangan. ”Itu kan tidak boleh. Tetap melalui pemeriksaan swab dulu,” tegasnya.

Farhat mengungkapkan, selain kasus yang demikian, masyarakat juga tidak mau antre dan tidak mau registrasi. Padahal, tahapan itu harus dilalui. Yang parah lagi, karena RSUD Syamrabu Bangkalan merupakan rumah sakit milik pemerintah, lantas ada yang tidak mau bayar.

”Padahal, kami sudah memangkas banyak prosedur. Semisal untuk pemeriksaan darah atau Covid-19, itu biasanya ke poli atau ke UGD dulu. Sekarang langsung ke lab,” ujarnya.

Farhat menegaskan, penanganan yang diberikan rumah sakit tidak pandang bulu. Masyarakat biasa, pejabat atau tokoh agama, semua harus melalui prosedur.

”Kemarin (Sabtu, Red) saja, Ra Fathorrosi Zubeir tetap dilayani layaknya pasien biasa. Dia tetap harus daftar, antre, dan menunggu hasil sesuai yang ditetapkan,” terangnya.

Ra Fathorrosi, kata Farhat, melakukan swab PCR. Hasilnya tetap menunggu dua hari hingga tiga hari. Sementara, ada sebagian masyarakat yang ingin langsung jadi. Tentu hal tersebut tidak bisa, apalagi tidak mau bayar. ”Hasil antigen bisa diketahui 2 jam lengkap dengan surat keterangan dokter. Kemudian, hasil tes swab PCR diketahui 2–3 hari. Itu prosedur kami,” jelasnya.

Sementara itu, Ra Fathorrosi Zubeir mengaku saat melakukan swab PCR, penanganan yang diberikan rumah sakit layaknya pasien umum biasa. Tidak ada pengecualian. Karena itu, masyarakat juga harus menaati prosedur layanan yang diberlakukan pihak rumah sakit.

”Saya tetap daftar, lalu antre juga. Hasilnya tentu kami juga menunggu. Tidak bisa jadi seketika,” tuturnya.

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news