alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Pakai Cantrang, PNM Giring Putri Selina ke Mapolsek

29 Maret 2021, 17: 12: 23 WIB | editor : Abdul Basri

TUAI PROTES: Warga berada di sekitar kapal Putri Selina yang digiring nelayan Masalembu karena menangkap ikan menggunakan cantrang kemarin.

TUAI PROTES: Warga berada di sekitar kapal Putri Selina yang digiring nelayan Masalembu karena menangkap ikan menggunakan cantrang kemarin. (HAERUL UMAM FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Puluhan nelayan yang tergabung dalam Persatuan Nelayan Masalembu (PNM) menggiring kapal pengguna cantrang ke mapolsek setempat Sabtu (27/3). Lima belas anak buah kapal (ABK) beserta nakhoda kapal Putri Selina juga ikut diserahkan ke polsek setempat. Langkah itu dilakukan karena PNM menolak penggunaan cantrang.

Divisi Hukum PNM Haerul Umam mengatakan, semula nelayan Masalembu melihat ada kapal penangkap ikan menggunakan cantrang. Alat tangkap ikan tersebut dianggap merugikan nelayan dan merusak ekosistem laut. ”Kasus ini telah dikoordinasikan dengan Polsek Masalembu. Karena dihubungi sejak pukul 09.00 hingga sekitar pukul 13.00 tidak datang, akhirnya nelayan berangkat sendiri menggunakan 4 perahu,” ucapnya.

Menurutnya, setelah menempuh jarak sekitar 9 mil dari daratan, terlihat ada kapal yang menangkap ikan menggunakan cantrang. Kapal tersebut langsung didekati dan sang kapten kapal Putri Selina diajak berdialog. ”Kami sampaikan bahwa mereka memasuki wilayah nelayan tradisional Masalembu dan menggunakan cantrang. Penggunaan cantrang ditolak nelayan Masalembu,” katanya.

Baca juga: PKB Siap Kawal Proses Pengusulan hingga Jadi Pahlawan Nasional

Dijelaskan, Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur tidak pernah mengeluarkan izin penggunaan cantrang. Karena itu, PNM minta nakhoda dan ABK kapal Putri Selina membahas hal tersebut dengan aparat kepolisian. Tanpa paksaan, mereka menyatakan bersedia berlabuh di Pelabuhan Masalembu. ”Mereka kooperatif. Kami ajak ke pelabuhan dan mereka bersedia. Di pelabuhan sudah ada polisi,” tuturnya.

Ditambahkan, PNM menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut pada aparat kepolisian. Dia minta aparat penegak hukum mengecek surat izin dan berkoordinasi dengan DKP Jawa Timur. Sebab, di Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memiliki penyidik. ”Mereka semua ada di polsek. Kami akan tetap mengawal kasus ini,” janjinya.

Haerul Umam menyatakan bahwa PNM tegas menolak Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 59 Tahun 2020. Yakni, regulasi yang melegalkan kembali penggunaan alat tangkap cantrang. ”Sebelumnya penggunaan cantrang sempat dilarang dalam Permen KP Nomor 71 Tahun 2016,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Masalembu Iptu Sudjarwo membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakan, saat ini pihaknya telah mengamankan 15 nelayan yang beraktivitas di perairan Masalembu dan menggunakan cantrang. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan kelengkapan izin kapal Putri Selina.

”Hasil pemeriksaan sementara, para nelayan mengantongi izin lengkap. Kami perlu berkoordinsi dengan DKP Jawa Timur. Sebab, mereka yang berwenang menangani kasus ini,” tuturnya.

Ditegaskan, sampai sekarang para ABK dan nakhoda kapal Putri Selina tidak ditahan. Hanya diamankan untuk menghindari gesekan dengan nelayan Masalembu. ”Kami hanya mengamankan mereka beserta jaring cantrang yang digunakan saat mencari ikan. Kami akan berkoordiansi dengan DKP maupun Satpolair Polres Sumenep,” jelasnya. (jun)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news