alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan
Dampak Biaya Pendidikan Belum Terealisasi

Pengelola Madrasah Tarik Sumbangan

27 Maret 2021, 20: 14: 29 WIB | editor : Abdul Basri

TIDAK FORMAL: Siswa MAN Bangkalan berada di halaman madrasah kemarin.

TIDAK FORMAL: Siswa MAN Bangkalan berada di halaman madrasah kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

Dalam kondisi apa pun, pengelola lembaga pendidikan dituntut tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun, biaya operasional sedang seret. Program pendidikan gratis 12 tahun tidak berjalan mulus.

REALISASI bantuan biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan (BPOPP) madrasah aliyah (MA) belum ada kejelasan. Akibatnya, banyak lembaga yang memungut sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) kepada siswa.

Kasi Pendma Kemenag Bangkalan Abd. Hamid menjelaskan, BPOPP merupakan program Pemprov Jatim. Program ini digulirkan sejak 2019 untuk mewujudkan program pendidikan gratis 12 tahun.

Baca juga: Megaproyek Floodway Tunggu Pemprov

Pada awal digulirkan, BPOPP hanya diperuntukkan SMA dan SMK negeri dan swasta. Sejak 2020, pemprov juga mengalokasikan BPOPP untuk MA. Bantuan itu dikucurkan sebagai pengganti SPP yang seharusnya dibayarkan oleh siswa setiap bulan.

”Tahun kemarin (2020) BPOPP untuk MA hanya tiga bulan. Selebihnya, madrasah menarik SPP lagi,” ungkapnya, Kamis (25/3).

Besaran BPOPP yang diterima tiap lembaga pendidikan berbeda-beda. Bergantung pada jumlah murid. Jatah BPOPP untuk satu siswa Rp 65 ribu tiap bulan.

Hamid mengutarakan, sampai saat ini belum ada kejelasan apakah Pemprov Jatim akan kembali mengucurkan BPOPP untuk madrasah atau tidak. Pihaknya juga tidak tahu apakah BPOPP tahun ini akan diberikan secara penuh satu tahun atau hanya tiga bulan. ”Dari pemprov dan Kanwil Kemenag Jatim juga belum ada informasi,” ungkapnya.

Dia mengakui, BPOPP sangat membantu pemenuhan operasional pendidikan MA. Sebelum ada BPOPP, sumber keuangan madrasah hanya berasal dari bantuan operasional sekolah (BOS) dan SPP siswa. ”Bagi kami sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sekolah,” kata Hamid.

Kepala MAN Bangkalan Ali Wafa mengatakan, semua pimpinan madrasah masih menunggu informasi tentang kelanjutan BPOPP. Sebagian ada yang menunggu kejelasan dan sebagian yang lain sudah memungut SPP kepada siswa. ”Karena meskipun sekarang pembelajaran daring, kebutuhan operasional terus berjalan,” tutur pria yang juga ketua kelompok kerja kepala madrasah (KKKM) tersebut.

Ali berharap segera ada informasi kejelasan kapan BPOPP MA akan direalisasikan. Pihaknya juga meminta tidak ada pembedaan dalam realisasi bantuan, baik MA, SMA, dan SMK. Sebab, pada tahun lalu BPOPP untuk MA hanya tiga bulan. Sementara untuk SMA-SMK penuh setahun.

”Kami mewakili kepala madrasah se-Kabupaten Bangkalan berharap segera ada kepastian dan tidak ada pembedaan dengan SMA-SMK, termasuk besaran bantuannya,” harapnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news