alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Berkapastitas 318 Orang, Rutan Kelas II-B Bangkalan Tampung 116 Napi

Siraman Rohani Tak Libatkan Dai sejak Pandemi

27 Maret 2021, 20: 04: 05 WIB | editor : Abdul Basri

SEHAT: Narapidana berolahraga bersama di halaman dalam Rutan Kelas II-B Bangkalan.

SEHAT: Narapidana berolahraga bersama di halaman dalam Rutan Kelas II-B Bangkalan. (WAHYUDI FOR RadarMadura.id)

Share this      

Tidak ada orang yang bermimpi untuk tinggal di penjara. Pasti tidak nyaman. Apalagi jika berdesakan karena lebih banyak penghuni daripada luas ruangan.

JUPRI, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

BEBERAPA pria berbadan kekar berada di depan Rutan Kelas II-B Bangkalan kemarin (26/3). Mereka mengenakan kaus dengan celana olahraga. Mereka berbincang santai di seberang hotel prodeo di Jalan Pertempuran, Kelurahan Pejagan, tersebut.

Baca juga: Nonton Drakor buat Weekend-an? #KenapaNggak

TAMBAH WAWASAN: Penghuni Rutan Kelas II-B Bangkalan berstatus narapidana mengikuti kegiatan siraman rohani yang dipimpin sipir.

TAMBAH WAWASAN: Penghuni Rutan Kelas II-B Bangkalan berstatus narapidana mengikuti kegiatan siraman rohani yang dipimpin sipir. (WAHYUDI FOR RadarMadura.id)

Meski berbadan tegak, bukan berarti wajah mereka sangar. Senyum tetap terpancar kala Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mengucapkan salam. Salah satu di antara mereka langsung mengajak untuk berdiri ke depan pintu utama rumah pesakitan itu.

Sebuah tombol dia tekan. Bunyi ”tetttttt” langsung terdengar. Beberapa detik kemudian, seorang sipir membuka lubang kecil di pintu itu. Setelah diketahui yang menekan tombol adalah salah satu rekannya, petugas langsung membukakan pintu.

Setelah masuk, tiga orang berbadan kekar lain mencegat. Mereka langsung menanyakan tujuan kedatangan JPRM. Dia tidak ingin kecolongan. Siapa pun yang masuk harus punya tujuan jelas dan tidak melanggar aturan. Jawaban harus diperkuat dengan dokumen. Tiga pria tegas itu meminta tanda pengenal.

Di tempat yang sama, salah satu dari mereka langsung memeriksa sekujur tubuh wartawan JPRM. Setelah tidak ada barang terlarang yang dibawa, mereka mempersilakan masuk untuk menemui Kasubsi Layanan Tahanan Rutan Kelas II-B Bangkalan Wahyudi.

Dari Wahyudi, banyak informasi perkembangan rutan setahun terakhir. Sudah lebih dari satu tahun hotel prodeo itu tidak menerima kunjungan keluarga warga binaan (WB). Semua itu untuk mengantisipasi persebaran Covid-19 di rumah pesakitan itu.

Namun, lembaganya tetap menyediakan sarana agar WB bisa berkomunikasi dengan keluarga. Layanan virtual itu tidak ada perubahan dengan layanan besuk sebelum pandemi Covid-19. Waktu yang disediakan pukul 07.00–11.00.

Meski tidak bisa dibesuk secara langsung, keluarga WB masih dapat mengirimkan barang ke rutan. Namun, beberapa aturan diberlakukan untuk mengantisipasi penyelundupan barang terlarang.

Kemasan makanan yang ingin diberikan keluarga kepada WB harus menggunakan plastik terang atau transparan. ”Untuk buah, harus diiris-iris oleh pengirim,” ucap Wahyudi.

Sejak pandemi pula, Rutan Kelas II-B Bangkalan hanya dihuni para narapidana (napi). Tidak ada warga binaan berstatus tersangka dan terdakwa. Meski demikian, jumlah napi masih melebini kapasitas ruangan.

Ada 318 WB yang mendekam. Mereka terdiri atas 14 perempuan dan 304 laki-laki. Kasus yang mengantarkan mereka dipanjara beragam. Namun kasus narkoba jadi juara. Dari 318 napi, 261 di antaranya tersandung masalah barang haram. Perinciannya, 208 laki-laki dan 8 perempuan.

Jumlah napi itu jauh dari kapasitas ruangan. Sebab, daya tampung Rutan Kelas II-B Bangkalan hanya untuk 116 napi. Dengan overkapasitas ini, pembinaan selama ini diakui kurang efektif. Apalagi, keberadaan sipir sangat terbatas.

Di tengah keterbatasan itu, pihaknya tetap berupaya agar pembinaan dilakukan semakin maksimal. Sejak pandemi tidak pernah lagi ada siraman rohani dai dari luar. Sebelumnya, sering ada siraman rohani dari Kemenag Bangkalan. ”Akhirnya petugas kami sendiri yang memberikan pembinaan,” ungkapnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news