alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Temukan Janin Korban Mutilasi

Mengambang tanpa Kepala, Tangan, dan Kaki

26 Maret 2021, 18: 00: 38 WIB | editor : Abdul Basri

Temukan Janin Korban Mutilasi

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Warga Pulau Masalembu digemparkan dengan penemuan janin pada Rabu (24/3) sekitar pukul 18.00. Janin yang ditemukan di bibir pantai Desa Suka Jeruk, Kecamatan Masalembu, itu diduga korban mutilasi. Pasalnya, kondisi jasadnya tidak utuh. Tanpa kepala, tangan, dan kaki.

Kapolsek Masalembu Iptu Sudjarwo menerangkan, janin itu kali pertama ditemukan Sanim, 38, warga Desa Suka Jeruk. Berdasarkan keterangan Sanim, saat itu dia sedang berjalan di tepi pantai untuk mencari kayu. Lalu, melihat sesuatu seperti segumpal daging yang mirip boneka.

Ketika benda tersebut didekati dan dipegang, ternyata segumpal daging yang diduga boneka itu adalah tubuh bayi. Sanin terkejut karena tubuh bayi itu tanpa kepala, tangan, dan kaki. Selanjutnya Sanim mengangkat tubuh bayi itu dan membawanya pulang ke rumah. Tanpa melaporkan kepada aparat kepolisian, Sanim mengubur tubuh bayi tersebut di samping rumahnya.

Baca juga: Kenangan HUT Ke-75 RI dan Persiapan Sambut HUT Ke-76

Tak lama kemudian, Polsek Masalembu memperoleh laporan penemuan bayi yang mengambang di tepi pantai. Mendapat informasi itu, petugas berbaju cokelat itu mendatangi rumah Sanim dan mengajak untuk mendatangi lokasi kali pertama bayi tersebut ditemukan untuk dipasang garis polisi.

Setelah itu, polisi kembali lagi ke rumah Sanim. ”Saya dapat laporan dari warga kalau ada penemuan bayi, karena penemu bayi tidak melapor ke kami dan langsung mengubur tubuh bayi di samping rumahnya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kemarin (25/3).

Kemudian, pihaknya meminta Sanim membongkar kuburan sedalam lebih kurang 30 sentimeter di samping rumahnya. Saat itu dirinya bersama dengan perangkat desa dan pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Masalembu.

Panjang janin 15 sentimeter. Hanya tersisa bagian tubuh. Kepala, tangan, dan kaki tidak ada. Terpotong hingga leher bagian bawah. Lengan juga putus di bagian ketiak atau bahu. Sedangkan bagian bawah terpotong hingga pangkal paha. Organ tubuh bayi perempuan itu diduga dipotong menggunakan benda tajam.

”Kami bongkar lagi untuk melihat kondisi bayi. Memang benar, bayi itu baru lahir. Kepala, tangan, dan kakinya tidak ada,” paparnya.

Menurut dia, pihaknya masih mendalami apakah bayi itu dimutilasi sebelum meninggal atau setelah meninggal. Polisi masih mengejar pelaku pembuang bayi secara sadis itu. ”Sampai sekarang pelaku belum terendus. Tapi saya sudah memeriksa para saksi, termasuk warga yang melihat ada seorang naik sepeda motor pakai masker mondar-mandir di sekitar lokasi bayi ditemukan,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku belum bisa memberikan keterangan secara detail. Sebab, petugas sedang fokus mengejar pelaku yang tega memotong dan membuang janin tersebut. ”Kami masih mengumpulkan informasi terkait keberadaan pelaku yang tega membuang bayi itu secara sadis,” tegas perwira pertama bertanda pangkat dua balok emas itu.

Kepala Puskesmas Masalembu Haedar mengungkapkan, berdasarkan hasil visum, bayi tersebut masih dikategorikan janin. Umurnya sekitar 6 sampai 7 bulan kandungan. ”Kondisi bayi itu tanpa kepala, tangan, dan kaki,” katanya.

Pihaknya sudah meminta seluruh bidan di Masalembu untuk mendata ibu hamil yang umur janinnya seperti bayi yang dibuang tersebut. Jika ibu hamil tersebut pernah memeriksakan kandungannya pasti terdata. ”Pagi tadi sudah kami perintahkan supaya bidan mendatangi rumah ibu hamil yang pernah periksa dengan umur janin seperti bayi tersebut,” terangnya.

Pihaknya belum bisa menyampaikan data ibu hamil ke publik. Sebab, dia belum memegang data. ”Data ibu hamil ada, tapi sekarang tidak bisa diakses. Saya sudah tidak di kantor,” katanya ketika dihubungi.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news