alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Kenangan HUT Ke-75 RI dan Persiapan Sambut HUT Ke-76

Tetap Bangga meski Gagal Kibarkan Bendera

26 Maret 2021, 17: 13: 18 WIB | editor : Abdul Basri

Pelatih Paskibraka Pondok Pesantren Nurul Islam Fathol Amin diapit Moh. Suci Sugianto (kiri) dan Moh. Zacky Alfaini Chosen.

Pelatih Paskibraka Pondok Pesantren Nurul Islam Fathol Amin diapit Moh. Suci Sugianto (kiri) dan Moh. Zacky Alfaini Chosen. (FATHOL AMIN FOR RadarMadura.id)

Share this      

Korona memaksa banyak hal berubah. Regulasi baru bermunculan akibat terpaan pandemi Covid-19. Upacara HUT Ke-75 RI harus digelar sesuai prokes. Akibatnya, puluhan peserta lolos seleksi Paskibraka 2020 gagal ukir sejarah.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

SATU tahun berlalu. Momentum persiapan menyambut Hari Kemerdekaan Ke-75 Indonesia masih terekam jelas dalam ingatan Moh. Suci Sugianto. Dia adalah salah satu dari 74 anak yang lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Sumenep 2020.

Baca juga: Tujuh Gedung SMP Negeri Rusak

Mulai dari giatnya latihan hingga mengikuti tahapan seleksi yang superketat. Sebelum sampai tingkat kabupaten, seleksi ketat dia jalani di tingkat sekolah. Saat itu dirinya yang masih kelas X di MA Nurul Islam menjadi satu-satunya yang lolos. Dia berhasil mewakili almamater tercintanya bersaing dengan nominator lain di tingkat kabupaten.

Bahagia dan hampir tidak percaya saat mengetahui lolos seleksi tingkat kabupaten. Dia berkomitmen untuk terus berlatih agar bisa tampil maksimal. Namun, harapan itu pupus setelah mengetahui formasi Paskibraka berubah.

Upacara peringatan HUT RI di tingkat kabupaten tidak melibatkan Paskibraka yang lolos seleksi. Jumlahnya dikerucutkan menjadi 10 orang. Panitia menunjuk Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sumenep tahun sebelumnya.

Uci, sapaan akrabnya, mengaku cukup kecewa dengan perubahan itu. Namun, dirinya tetap menerima karena kebijakan pemerintah pasti dengan pertimbangan yang baik. Apalagi, demi keselamatan bersama karena saat itu sebaran Covid-19 di Sumenep sangat mengkhawatirkan.

Momen yang paling dirinya ingat ketika dirinya sangat giat berlatih. Latihan rutin dia tekuni selama dua bulan sebelum seleksi. Dari latihan fisik hingga latihan baris-berbaris yang difasilitasi dengan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.

”Kecewa pasti ada sedikit. Tapi, kalau demi keselamatan bersama tidak masalah. Apalagi tidak ada keputusan yang tebang pilih karena semua dibatalkan,” jelas siswa kelas XI MA Nurul Islam Karang Cempaka, Bluto itu kemarin (25/3).

Hal senada juga disampaikan pembina Paskibraka di Pondok Pesantren Nurul Islam Fathol Amin. Secara kelembagaan pihaknya prihatin dengan perubahan yang dikeluarkan pemerintah. Sebab, sebelum ikut seleksi di tingkat kabupaten siswa sudah digembleng.

Dia meyakini peserta didiknya mampu bersaing dengan peserta lain di tingkat kabupaten. Sesuai harapan, satu orang siswa dari delapan anak yang dikirim mampu lolos seleksi. Kendati demikian, pihaknya harus tetap menerima dan menyadari Uci gagal karena faktor kondisi.

Kendati demikian, kejadian itu tidak akan menyurutkan semangat dirinya untuk terus melahirkan generasi baru. Terbukti, tahun ini satu siswa kembali lolos terpilih menjadi Paskibraka tingkat kabupaten. Yakni,  Moh. Zacky Alfaini Chosen, siswa kelas X SMK Nurul Islam.

Ini kembali membuktikan bahwa kemampuan santri Nurul Islam dalam bidang baris-berbaris cukup berkualitas. ”Semoga tidak ada perubahan agar mereka bisa tampil pada hari pelaksanaan,” harapnya.

Plh Kabid Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Sumenep Syaifudin Anshari menyampaikan, seleksi Paskibraka tahun ini sudah selesai. Sebanyak 74 orang telah dinyatakan lolos tingkat kabupaten dari 319 pendaftar.

Namun, proses seleksi masih berlangsung untuk didelegasikan ke Provinsi Jawa Timur. Dari jumlah itu akan terpilih dua orang untuk menjadi Paskibraka di tingkat provinsi. Seleksi dilakukan dengan cara latihan bersama sambil pengamatan.

Sampai saat ini dirinya belum bisa memastikan tidak adanya perubahan formasi Paskibraka. Sebab, yang dilakukan merupakan bentuk persiapan sesuai edaran pemerintah provinsi. Hal ini juga sudah disampaikan kepada para peserta yang lolos di tingkat kabupaten.

”Kalau kepastiannya kami masih menunggu edaran dari pemerintah pusat. Semoga saja tidak berubah sesuai formasi sebelum pandemi,” jelasnya.

Puluhan peserta yang lolos seleksi itu merupakan peserta baru. Hasil seleksi tahun lalu tidak ada yang terlibat. Sebab, peserta seleksi adalah pelajar kelas X SLTA.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news