alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Komitmen Kepala Satreskrim Polres Sumenep AKP Fared Yusuf

25 Maret 2021, 22: 07: 11 WIB | editor : Abdul Basri

BERPENGALAMAN: Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Fared Yusuf saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

BERPENGALAMAN: Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Fared Yusuf saat ditemui di ruang kerjanya kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

Tunggakan kasus menyambut AKP Fared Yusuf selaku Kasatreskrim Polres Sumenep. Perwira yang sebelumnya menjabat sebagai Panit II Unit III Subdit IV Reskrimum Polda Jatim itu sedang meneliti dan mengumpulkan seluruh berkas perkara tunggakan.

RUSYDI ZAIN, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

FARED Yusuf menginjakkan kaki untuk kali pertama di Pulau Madura pada Selasa (16/3). Perwira berpangkat tiga balok di pundaknya itu mendapat amanah untuk menduduki jabatan sebagai Kasatreskrim Polres Sumenep.

Baca juga: 789 Madrasah Belum Cairkan BOS

Awalnya, anggota Polri berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) itu tidak menyangka akan bertugas di Sumenep yang letaknya berada di ujung timur Pulau Madura. Menurut dia, selama menjadi polisi, baru kali pertama mendapat amanah bertugas di Madura.

”Ini pertama kalinya saya bertugas di Madura. Di ujung timur lagi. Spesial banget bagi saya,” katanya.

Meski kali pertama dan baru sembilan hari di Bumi Sumekar, tidak menyurutkan komitmen dalam bertugas. Dia akan berusaha memaksimalkan kepercayaan pimpinan. Seluruh tugas dan tanggung jawabnya akan diselesaikan secara baik dan profesional.

”Karena ini adalah amanah, tentu harus dilaksanakan secara benar dan profesional,” ungkap pria kelahiran Maret 1974 itu.

Laki-laki yang bulan ini berulang tahun ke-47 itu menegaskan bahwa tunggakan kasus cukup banyak yang dilimpahkan kepada dirinya. Maka dari itu, pada pekan pertama mengumpulkan seluruh anggota di setiap unit. Kemudian, meminta laporan satu per satu perkara yang ditangani dan belum diselesaikan.

Menurut dia, tujuannya adalah untuk mengetahui dan menganalisis apa yang menjadi kendala sehingga perkara tersebut belum terselesaikan. Sesuai arahan dan petunjuk pimpinannya, seluruh kasus dan perkara yang masuk harus ditindaklanjuti dan memiliki kepastian hukum. ”Tunggakan kasus banyak. Sedang kami pelajari satu per satu dari setiap unit,” ungkapnya.

Pria lulusan sekolah calon bintara (secaba) 1995 itu berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tunggakan kasus. Terutama kasus dan perkara yang menjadi perhatian publik. ”Seluruh kasus akan kami tindak lanjuti. Tapi, yang menjadi atensi publik tentu kami prioritaskan. Semuanya akan kami selesaikan,” jelas lulusan sekolah calon perwira (secapa) 2008 dan sekolah staf dan pimpinan pertama (sespimma) 2018 tersebut.

Selama menjadi polisi, pengalaman berkesan dialami saat menjabat sebagai Kanitreskrim Polsek Muncar, Banyuwangi. Saat itu dirinya berhasil menahan 35 orang. Padahal, sebelumnya di polsek tersebut biasanya hanya mampu menahan 10 orang. ”Sejak awal, latar belakang saya memang di reskrim, pernah di intel dan binmas,” terangnya.

Tugas di Muncar itu dijalani 2008 hingga 2009. Sebelum itu dia pernah bertugas di Polsek Sawahan, Surabaya, sejak 1995 hingga 2000. Kemudian mendapat amanah di Polsek Wonokromo dari 2008 hingga 2008.

Dari Muncar, Banyuwangi, Fared dipindah ke Polsek Kota Banyuwangi pada 2009–2010. Setahun setelah itu mendapat amanah ke Propam Polda Jawa Timur pada 2010 hingga 2011. Lalu, lanjut ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada 2011 hingga 2018.

Tahun 2019 bertugas di Polres Gresik. Kemudian kembali ke polda di bagian reserse kriminal umum (reskrimum) sejak 2020 hingga 2021. Sejak 16 Maret lalu dipercaya memimpin Kasatreskrim Polres Sumenep. Dia menggantikan AKP Dhani Rahadian Basuki yang kini menjabat sebagai Kapolsek Babat, Lamongan.

Fared akan menguatkan anggota di internal satreskrim terlebih dahulu untuk menyelesaikan tunggakan kasus. Penguatan itu dilakukan untuk menyatukan semangat dan persepsi dalam mencapai dan menyelesaikan tugas dan tanggung jawab.

”Sekarang saya sedang menularkan ilmu yang diperoleh dari pimpinan yang di Polda tentang tata cara menangani suatu LP, sambil lalu meneliti berkas perkara tunggakan. Banyak sekali tunggakan yang harus kami selesaikan,” pungkasnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news