alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Kesaksian Kipratun, Korban Hidup Laka Maut di Pekandangan Barat

24 Maret 2021, 17: 27: 37 WIB | editor : Abdul Basri

BERUNTUN: Anggota Polres Sumenep mengatur lalu lintas di lokasi kecelakaan maut di jalan nasional Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, kemarin.

BERUNTUN: Anggota Polres Sumenep mengatur lalu lintas di lokasi kecelakaan maut di jalan nasional Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, kemarin. (KASUBBAGHUMAS FOR RadarMadura.id)

Share this      

Kipratun akan sulit melupakan kebaikan Matriko. Sebab, pria yang juga dikenal dengan nama Madruki itu berniat menolong Kipratun. Namun, nyawanya tidak tertolong setelah dihantam truk.

RUSYDI ZAIN, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

KIPRATUN masih ingat betul detik-detik kecelakan maut itu. Pria 44 tahun asal Desa/Kecamatan Dungkek, Sumenep, itu mengemudikan pikap Carry putih. Kendaraan roda empat bernomor polisi M 8311 NB tersebut mogok di jalan nasional Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Sumenep.

Baca juga: 11 Murid Smada Sumenep Lulus 2 Tahun

Lalu, dia meminta bantuan temannya, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Dungkek, yaitu Matriko alias Madruki. Dia juga mengemudikan mobil. Kipratun minta tolong agar diderek pakai tali karena tidak bisa diperbaiki sendiri.

”Saat itu, mobil sudah hendak ditarik. Saya sudah hendak masuk mobil. Sedangkan teman saya yang mau menarik sudah berada dalam mobil,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kemarin (23/3).

Namun, tiba-tiba dari arah belakang melaju truk M 8636 UV yang terlihat oleng. Kipratun sudah memberi aba-aba dengan melambaikan tangan dan berteriak-teriak. Tetapi, upaya agar truk tidak menabrak sia-sia.

”Saya sudah loncat sambil melambaikan tangan, tapi tak direspons. Jarak beberapa meter saya melompat ke bak mobil, lalu dihantam oleh truk itu. Saya terpental dari bak mobil,” paparnya.

Dia menjelaskan, sopir truk Syahril Efendi diduga tersadar hanya beberapa meter sebelum menghantam pikap Kipratun. Pada saat itulah dia langsung banting setir ke kanan.

Truk oleng ke kanan. Namun, bak truk menghantam mobil Kipratun. Mobil Kipratun menghantam mobil Madruki L 8015 HB yang mau menderek mobil Kipratun, lalu dihantam lagi oleh bak truk itu.

”Saya terpental. Tapi, teman saya yang hendak menderek tak bisa diselamatkan. Matriko meninggal di puskesmas,” imbuhnya.

Kecelakaan beruntun itu terjadi di jalan nasional Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Sumenep, pukul 02.00. Kecelakaan itu melibatkan truk M 8636 UV dengan dua pikap Carry M 8311 NB putih dan pikap hitam L 8015 HB. Satu orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Puskesmas Bluto.

Kecelakaan itu bermula saat truk M 8636 UV bermuatan sayur melaju dari barat menuju timur. Kendaraan tersebut dikemudikan Syahril Efendi, 27, warga Jalan Mayangan 345, Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Dalam perjalanan, dia didampingi Yoland Hariyanto, 23, warga Desa Kedawung, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo.

Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), ada pikap Carry M 8311 NB bermuatan udang yang dikemudikan oleh Kipratun dan Misnadin berhenti di sisi utara jalan karena macet. Di depannya, ada pikap Carry L 8015 HB yang dikemudikan Matriko dan Verawati. Kendaraan ini juga sedang diparkir dan siap-siap untuk menderek mobil Kipratun.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, pengemudi truk sedang mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Sopir truk baru sadar bahwa ada mobil di depannya dengan jarak lebih kurang 5 meter. Karena terkejut, Syahril Efendi membanting setir ke kanan.

Akibatnya, truk oleng dan bak belakang menghantam pikap putih. Selanjutnya, pikap putih itu menghantam pikap hitam. Selain kena benturan pikap putih, pikap hitam juga terkena hantaman bak truk yang oleng hingga terguling dan melintang di tengah jalan.

Akibat kecelakaan itu, pengemudi pikap hitam Matriko meninggal setelah dirawat di Puskesmas Bluto. ”Yang meninggal ini adalah sopir yang hendak membantu menderek mobil temannya yang macet. Saat itu korban meninggal itu posisinya sedang berada di dalam mobil dan siap-siap berangkat,” terangnya.

Semua korban selamat dilarikan ke Puskesmas Bluto. Selanjutnya,mereka diamankan di Unit Laka Lantas Polres Sumenep untuk diperiksa dan dimintai keterangan.”Semua kendaraan yang terlibat kami amankan beserta sopir dan penumpang yang selamat,” pungkas polisi wanita mantan Kapolsek Kota Sumenep itu.

Sementara puluhan ribu ekor udang masih berserak di tepi jalan hingga kemarin pagi (23/3). Dua pikap rusak parah. Dua boks ikan masuk drainase. Darah juga berceceran di sekitar dua pasang sandal jepit warna merah muda dan hijau.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news