alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

MA Perberat Jadi 6,6 Tahun

Vonis Syamsul Arifin dan Mulyanto Dahlan

17 Maret 2021, 17: 08: 55 WIB | editor : Abdul Basri

BERWIBAWA: Kasi Intel Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana saat beraktifitas di ruang kerjanya.

BERWIBAWA: Kasi Intel Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana saat beraktifitas di ruang kerjanya. (Istimewa)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Kasasi yang diajukan Kejari Bangkalan terhadap putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya bernomor 25/PID.SUS-TPK/2020/PTSBY tidak sia-sia. Mahkamah Agung (MA) menambah vonis hukuman terhadap terdakwa kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan kambing etawa, yaitu Syamsul Arifin dan Mulyanto Dahlan.

Kasi Intelijen Kejari Bangkalan Putu Arya Wibisana mengatakan, institusinya sudah menerima salinan putusan kasasi MA. Putusan bernomor 133 K/Pid.Sus/2021 itu dibacakan pada Rabu (27/1). ”Tapi, salinannya baru diterima Kejari Bangkalan pada Sabtu (3/3),” ucapnya.

Menurut dia, putusan kasasi menyatakan dua terdakwa kasus tipikor pengadaan kambing etawa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Karena itu, MA menjatuhkan vonis penjara tiga kali lipat dibandingkan putusan PT Surabaya. ”Masing-masing divonis 6,6 tahun,” katanya.

Baca juga: Bahan Baku Dibeli dari Mantan Rekan Kerja, 2 Hari Bisa Tuntaskan Order

Dia menjelaskan, mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Syamsul Arifin dan mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan Mulyanto Dahlan juga diminta membayar denda Rp 200 juta. ”Jika tidak membayar, diganti kurungan selama enam bulan,” imbuhnya.

Putu Arya Wibisana menuturkan, Syamsul Arifin juga dibebani uang pengganti Rp 3,7 miliar dan Mulyanto Dahlan dibebani uang pengganti Rp 4,6 milir. ”Apabila masing-masing terdakwa tidak membayar uang ganti tersebut, mereka harus menjalani pidana kurungan 3,3 tahun,” tegas jaksa kelahiran Bali itu.

Syamsul dan Mulyanto, tambah dia, sebenarnya sudah menjalani pidana penjara sesuai putusan PT Surabaya selama 1,6 tahun. ”Karena itu, dalam waktu dekat, kedua terdakwa akan kembali dijebloskan ke sel tahanan. Saat ini masih dilakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan,” tutur Putu Arya Wibisana.

Sementara itu, Edi Juminta selaku penasihat hukum Syamsul Arifin dan Mulyanto Dahlan menyatakan belum menerima informasi perihal putusan kasasi MA tesebut. Karena itu, dirinya belum bersedia menyampaikan tanggapan. ”Sementara saya belum bisa memberikan statemen. Sebab, belum memperoleh informasi secara jelas (perihal salinan putusan kasasi MA, Red),” terangnya.

Untuk diketahui, Pengadilan Tipikor Surabaya sebelumnya memvonis Syamsul Arifin dan Mulyanto Dahlan dengan pidana penjara masing-masing 4,6 tahun. Tidak puas, kedua terdakwa mengajukan banding ke PT Tipikor Surabaya. Hakim lalu mengurangi vonis keduanya menjadi 1,6 tahun penjara. Kemudian, Kejari Bangkalan mengajukan kasasi ke MA dan kedua terdakwa akhirnya divonis 6,6 tahun. (jup)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news