alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Bangkalan Tahan Kades dan Oknum LSM, Ini Alasannya

16 Maret 2021, 23: 31: 13 WIB | editor : Haryanto

DIINTEROGASI: Kapolsek Tragah AKP Musihram saat menginterogasi Kades Pamorah Na’i dan oknum LSM Hosen Selasa pagi (16/3).

DIINTEROGASI: Kapolsek Tragah AKP Musihram saat menginterogasi Kades Pamorah Na’i dan oknum LSM Hosen Selasa pagi (16/3). (Istimewa)

Share this      

BANGKALAN – Polisi melakukan langkah tegas dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) di Bangkalan. Buktinya, saat warga menggelar acara yang memicu keramaian langsung dilakukan pembubaran. Bahkan, dua orang langsung diproses hukum dan ditahan.

Dua orang yang diproses hukum adalah Kepala Desa (Kades) Pamorah, Kecamatan Tragah, Na’i dan oknum pengurus LSM Hosen. Sebab, mereka mengaku dimintai tolong tuan rumah, yaitu H Muhyi karena hendak menggelar orkes melayu pada Senin malam (15/2).

Menerima informasi tersebut, tim gabungan lalu melakukan pembubaran. Polisi juga mengamankan dua orang yang sebelumnya dimintai mengurus izin ke Polres Bangkalan. Mereka diamankan karena khawatir dimassa. Sebab, diduga sudah menipu H. Muhyi.

Baca juga: Ketua DPD dan Bupati Resmikan Kantor DPC PDIP Pamekasan

Kapolsek Tragah AKP Musihram mengatakan, penahanan kepada Kades dan oknum LSM dilakukan pada Selasa pagi (16/3) sekitar pukul 09.00. Awalnya, keduanya diperiksa sebagai terlapor. Penahanan dilakukan oleh Satreskrim Polres Bangkalan.

Menurut Musihram, pemeriksaan awal dilakukan oleh Polsek Tragah. Selanjutnya, dilimpahkan ke Satreskrim Polres Bangkalan. ”Dua orang memang sudah ditahan sejak Selasa pagi (16/3),” katanya.

Perwira berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu menambahkan, sebelum ditahan, keduanya dipanggil sebagai terlapor untuk diperiksa. Karena sudah cukup bukti, Polsek Tragah akhirnya menahan dua orang tersebut.

”Memang saat gowes pada Sabtu lalu (12/3), Pak Kasatreskrim koordinasi ke saya, menanyakan kondisi di bawah,” ungkapnya mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto.

”Saat ini, mereka ditahan di Polres Bangkalan. Kami sudah mengirim surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke kejaksaan,” imbuhnya. (rul)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news