alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Bahas Syaikhona Kholil, PW NU Gelar Webinar

04 Maret 2021, 21: 50: 42 WIB | editor : Abdul Basri

SERIUS: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron saat mengikuti webinar nasional kemarin.

SERIUS: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron saat mengikuti webinar nasional kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jatim menggelar webinar nasional bertema ”Meraih Gelar Pahlawan Guru Pendiri NU, Syaikhona Muhammad Kholil” kemarin (3/3). Acara itu digelar untuk menindaklanjuti pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, acara tersebut diikuti santri dan organisasi masyarakat (ormas). ”Ini satu kehormatan ketika PW NU Jatim menggagas webinar nasional membahas tentang Syaikhona Muhammad Kholil,” kata bupati yang merupakan zuriah Syaikhona Muhammad Kholil itu.

Menurutnya, selain mengajukan melalui prosedur yang ada, pihaknya juga rutin sowan ke beberapa tokoh untuk mendapatkan dukungan. ”Saya mendukung usulan tersebut bukan karena bagian dari zuriah Syaikhona Muhammad Kholil. Tapi, karena dorongan masyarakat, santri, dan beberapa tokoh,” ucapnya.

Baca juga: Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep Wafat

Dijelaskan, Pemkab Bangkalan sudah membentuk tim peneliti dan pengkaji gelar daerah (TP2GD). Bahkan, telah melengkapi berbagai persyaratan administrasi. Misalnya, dokumen yang berisi riwayat hidup dan perjuangan Syaikhona Muhammad Kholil, dokumen laporan penelitian, dokumen seminar nasional, dan rekomendasi beberapa bupati.

”Semoga penghormatan dan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil bisa dilakukan pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini,” harapnya.

Bupati yang akrab disapa Ra Latif itu meyakini bahwa Syaikhona Muhammad Kholil tidak mengharapkan penghormatan. Tetapi, negara berkewajiban menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada para tokoh yang berjasa terhadap bangsa. ”Ini bentuk penghormatan kita kepada beliau yang telah ikut andil dalam pendirian republik ini,” tegasnya.

Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil, sambung Ra Latif, bisa berdampak positif bagi masyarakat Bangkalan. Gelar tersebut diyakini bisa menjadi inspirasi dan pemantik semangat masyarakat Bangkalan untuk lebih baik ke depan. Kemudian, sosok Syaikhona Muhammad Kholil diharapkan bisa menjadi teladan.

”Misalnya di bidang pendidikan, generasi muda Bangkalan harus mengenal profil dan kiprah Syaikhona. Caranya, bisa dengan membuat materi sejarah lokal tentang Syaikhona Muhammad Kholil bagi murid SD dan SMP. Saya juga yakin jumlah wisatawan nantinya akan bertambah dan mempercepat perputaran ekonomi di Bangkalan,” tandasnya.

(mr/daf/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news