alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features
Bu Anis, Produsen Cake Beken Asal Pemalang

Semula Konsumsi Keluarga, Kini Sebulan Raup Omzet Rp 30 Juta

27 Februari 2021, 20: 07: 30 WIB | editor : Abdul Basri

LEZAT: Anis Rokhimah mem-packing produk olahannya di dapur produksinya kemarin.

LEZAT: Anis Rokhimah mem-packing produk olahannya di dapur produksinya kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

Pada 2013, Anis Rokhimah memilih mengisi kekosongan waktu dengan membuat makanan olahan. Siapa sangka, ibu dua anak tersebut kini menjadi jutawan berkat ketekunannya itu.

JUPRI, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

SEORANG pemotor dengan keranjang di bagian belakang berhenti di sebuah rumah di Jalan Pedeng, Kecamatan Socah, Bangkalan, kemarin siang (26/2). Pria berhelm itu mengucapkan salam, seorang perempuan kemudian keluar membuka pintu gerbangnya. Lalu, mempersilakan tamunya masuk.

Baca juga: Siapkan 1.430 Vial, Dinkes Mulai Vaksin Tokoh Masyarakat

Beberapa kardus jajanan bersusun rapi. Aroma makanan sedap menyeruak hidung. Dua perempuan di ruang yang lain terlihat sibuk membuat roti dan aneka soft bread lainnya. Mereka adalah pekerja Anis Rokhimah, sang produsen aneka cake.

Sedangkan pria yang mengendarai sepeda motor dengan keranjang di bagian belakang itu ternyata seorang kurir online. Jasanya dibutuhkan Anis Rokhimah untuk mengantarkan beberapa pesanan pelanggan setianya.

Setelah semua proses pembayaran selesai, kurir itu langsung berangkat mengantarkan makanan kepada para pemesan. Sementara Anis mulai menceritakan kisah hidupnya menjadi seorang produsen aneka cake, hingga akhirnya menjadi jutawan.

Pada Januari 2011, perempuan asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, itu menikah dengan Jihad, warga Jalan Karnadian, Desa/Kecamatan Socah. Sejak saat itu, Anis tinggal serumah dengan mertuanya. Sebelas bulan kemudian, Anis dikaruniai anak yang dinamai Muhammad Alwin Faruq. Sejak saat itu, kesibukannya hanya mengurus anak di rumah.

Sebagai seorang pendatang, Anis sering kebingungan saat ingin makan camilan. Kalaupun ada, rasanya kadang tidak cocok dengan seleranya. Karena itu, dia sering membeli bahan baku untuk diolah dan dikonsumsi keluarga besarnya.

Sekitar 2013, makanan olahan buatan Anis sering dijadikan status di aplikasi BlackBerry Masenger-nya. Sejak saat itu, banyak yang memesan karena tertarik dengan unggahan Anis. ”Awalnya hanya membuat kue saat ada order saja,” katanya.

Anis serius menekuni usaha rumahan pada awal 2016 saat memutuskan tinggal bersama suaminya di Jalan Pedeng. Saat itu, permintaan pasar ternyata di luar ekspektasi. Sebab, banyak yang order makanan olahan ibu dua anak tersebut.

Usaha yang dirintis Anis memang tidak langsung berkembang pesat. Banyak rintangan yang dihadapi. Salah satunya, kesulitan mengantarkan pesanan pelanggan. Sebab, pada 2016 belum ada kurir online seperti sekarang. Akhirnya, adik iparnya yang membantu mengantarkan pesanan ke tangan pelanggannya.

Ada berbagai makanan olahan yang diproduksi owner Dapur Bu Anis tersebut. Antara lain, piza, donat kentang, aneka roti manis, japanese cheese cake, dan marmer cake. Kemudian, spiku nutella, banana cake, cake tape, dan chiffon coke. Lalu, aneka dessert box, puding, kue kering, cake ulang tahun, dan wedding cake.

Saat memasarkan produknya, Anis lebih banyak memanfaatkan media sosial (medsos). Pelanggan setianya tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan. Bahkan, dikirim ke Jember, Surabaya, Kebumen, Jakarta, Pemalang, dan Tangerang.

Dari usahanya itu, omzet yang diraup kini mencapai Rp 30 juta per bulan. Saat ini Anis memiliki dua pekerja yang merupakan tetangganya. Anis mengaja merekrut warga sekitar sebagai pekerja agar dapat membantu perekonomiannya dan mengurangi pengangguran.

Agar produknya memiliki daya saing di pasar bebas, Anis mengurus sederet izin. Misalnya, izin usaha mikro dan kecil (IUMK), sertifikat produksi pangan-indusri rumah tangga (SPP-IR) dan sudah bermerek. ”Kalau labelisasi halal masih dalam proses. Kalau izin lengkap dan mencantumkan label, konsumen kian percaya. Apalagi, pemasarannya lewat medsos,” pungkasnya. 

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news