alexametrics
Kamis, 04 Mar 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Nelayan Bangkalan dan Sumenep Tewas Mengapung

23 Februari 2021, 22: 15: 11 WIB | editor : Abdul Basri

SITA PERHATIAN: Warga dikawal anggota TNI-Polri menyaksikan proses evakuasi jenazah Sawawi, 25, di perairan Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, Sumenep, kemarin.

SITA PERHATIAN: Warga dikawal anggota TNI-Polri menyaksikan proses evakuasi jenazah Sawawi, 25, di perairan Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, Sumenep, kemarin. (HUMAS POLRES SUMENEP FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pencarian terhadap Sawawi yang dilakukan aparat kepolisian dan nelayan sejak Minggu (21/2) membuahkan hasil. Nelayan berusia 25 tahun, asal Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, itu ditemukan mengapung di perairan Desa Romben Guna kemarin (22/2). Proses evakuasi terhadap jasad Sawawi diwarnai jerit histeris kerabat.

Kepala Desa (Kades) Jadung Sakur menuturkan, pencarian terhadap Sawawi melibatkan warga, aparat kepolisian, BPBD, dan Basarnas. ”Korban ditemukan mengapung di perairan Desa Romben Guna sekitar pukul 11.00. Keluarga menerima dan jenazah langsung dibawa ke rumah duka,” terangnya.

Menurut Sakur, kepergian almarhum menyisakan duka mendalam. Almarhum meninggalkan istri dan anak perempuannya bernama Aulia Nuzawiyah yang baru berusia 40 hari. ”Usia almarhum masih sangat muda. Anaknya baru berusia sekitar 40 hari. Baru saja selesai menggelar selamatan kelahiran putri almarhum,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengungkapkan, polisi tidak melakukan otopsi usai menemukan jasad Sawawi. ”Sebab, itu atas permintaan keluarga almarhum. Karena itu, almarhum langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, selanjutnya dikebumikan,” tuturnya.

Di Bangkalan, cuaca ekstrem juga makan korban. Dua nelayan asal Kampung Tanjung Putih, Desa Prancak, Kecamatan Sepulu; Isman dan Herman; diduga terseret ombak pada Minggu (21/2) sekitar pukul 20.30. Isman ditemukan tewas, sedangkan Herman hingga kemarin (22/2) belum ditemukan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Isman dan Herman bersama 35 rekannya berada di tongkang yang mengangkut batu bara di perairan Kecamatan Sepulu. Tiba-tiba, mesin kapal rusak. Menerima informasi tersebut, empat pekerja yaitu Suparman, Fauzi, Isman, dan Herman terjun ke laut. Mereka bermaksud berenang ke pantai.

”Akan tetapi, Isman dan Herman terseret ombak. Sedangkan Suparman dan Fauzi selamat sampai tepi pantai,” jelas Kapolsek Sepulu Iptu Buntoro.

Menurut Buntoro, ketika mengetahui rekannya terseret arus ombak, puluhan pekerja berupaya melakukan pencarian. Hasilnya, mereka berhasil menemukan Isman pukul 17.00. ”Almarhum Isman ditemukan dalam kondisi meninggal. Kalau Herman sampai saat ini belum ditemukan,” imbuh Buntoro mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto.

Dia menjelaskan, pencarian dihentikan karena sudah malam dan cuaca tidak bersahabat. Pencarian dilanjutkan kemarin (22/2), tapi Herman belum juga ditemukan. ”Jenazah almarhum Isman langsung dibawa ke rumah duka. Karena keluarga tidak berkenan diotopsi, langsung dilakukan pemulasaraan terhadap almarhum,” pungkasnya. (jun/rul)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news