alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

48 Paus Pilot Dipendam, 3 Ekor Hilang

21 Februari 2021, 01: 45: 09 WIB | editor : Abdul Basri

BERBAU BUSUK: Alat berat dikerahkan untuk penguburan puluhan paus pilot yang terdampar di Dusun Buton, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, kemarin.

BERBAU BUSUK: Alat berat dikerahkan untuk penguburan puluhan paus pilot yang terdampar di Dusun Buton, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Puluhan ekor paus pilot sirip pendek yang mati terdampar dikubur kemarin (20/2). Dua unit ekskavator dikerahkan untuk menggali lubang dan mengangkat mamalia dengan nama latin globicephala macrorhynchus tersebut ke liang.

Dalam proses penguburan, hanya petugas dan awak media yang diperkenankan mendekat. Sementara ratusan warga hanya melihat sekitar 100 meter diri titik penguburan bangkai puluhan paus pilot tersebut.

Sebelum dikuburkan, puluhan bangkai paus tersebut diurai di bagian tubuhnya oleh petugas. Hal itu untuk mengeluarkan gas pada tubuh hewan yang biasa hidup dengan berkoloni tersebut. Proses penggalian kuburan dilakukan sejak pukul 05.00.

”Masyarakat sudah kami berikan imbauan dan alhamdulillah menerima untuk melihat (penguburan) dari jarak jauh,” terang Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Jawa Timur Wiwid Widodo mengatakan, seyogyanya penguburan bangkai puluhan paus pilot tersebut dilakukan di daratan. Namun karena daratan di pesisir pantai Modung milik warga, maka terpaksa dikubur di bibir pantai.

Penguraian tubuh puluhan paus pilot sengaja dilakukan untuk mengeluarkan gas. Apabila lama tertimbun gas itu bisa menjadi metana sehingga rentan terjadi ledakan. ”Sekarang masih belum menjadi gas metan,” ucapnya.

Ada 52 ekor paus pilot yang terdampar di Dusun Buton, Desa Patereman, Kecamatan Modung Jumat (19/2). Tiga di antaranya berhasil diselamatkan. Saat petang, tiga paus kembali terhempas ke pantai. Setelah terdampar, hanya satu yang berhasil selamat. Dua ekor lain juga mati.

Maka, total paus pilot mati menjadi 51 ekor. Namun, yang dipendam hanya 48 ekor. Sementara tiga lainnya hilang. Penguburan dilakukan di tiga lokasi. Di titik pertama, 22 ekor dikubur di Dusun Buton, Desa Patereman.

Di lokasi kedua, 22 ekor yang juga dikubur sekitar 150 meter ke timur laut dari titik pertama. Lokasi ketiga, satu ekor dikubur di Dusun Labang, Desa Noreh, Kecamatan Sreseh, Sampang. Satu bangkai itu diduga hanyut terbawa ombak dari pesisir Desa Patereman ke arah timur.

Menurut Wiwid, penyebab puluhan paus tersebut terdampar belum terungkap. Karena sebenarnya paus pilot memiliki navigasi sonar. Itu artinya puluhan paus tersebut memiliki trek khusus daerah yang menjadi penyebaran jelajah.

Namun, ada beberapa indikasi yang menyebabkan puluhan paus itu keluar dari trek. Di antaranya, mengejar makanan hingga ke perairan dangkal. Atau, tambah dia, karena adanya daya elektromagnetik yang tinggi. Misalnya disebabkan terjadinya gunung meletus, gempa, dan patahan lempeng.

”Keracunan juga bisa menjadi penyebab. Maka, kemarin diambil organ dalamnya. Kata ketua tim dokter, kemungkinan tercepat sekitar 1 bulan untuk bisa diteketahui hasilnya,” katanya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news