alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan
Tiap Dua Hari Tembus 1 Ton

Limbah Rumah Sakit Harus Dikelola dengan Baik

21 Februari 2021, 05: 59: 59 WIB | editor : Abdul Basri

RENTAN MENULAR: Petugas mengangkut limbah medis RSUD Syamrabu.

RENTAN MENULAR: Petugas mengangkut limbah medis RSUD Syamrabu. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Limbah medis RSUD Syamrabu Bangkalan harus dikelola dengan serius. Sebab, rentan terjadi penularan penyakit melalui limbah. Terutama, limbah Covid-19.

Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan RSUD Syamrabu Bangkalan Mochammad Rizaly Triyanto mengutarakan, sampah limbah rumah sakit cukup banyak. Per dua hari, limbah Covid-19 bisa mencapai 600 kilogram. Sementara, limbah medis 700 kilogram. ”Setiap dua hari pengangkutan, bisa mencapai 1 ton lebih,” ucap dia.

Karena itu, perlu penanganan khusus. Caranya kerja sama dengan pihak ketiga. Namun, untuk awal tahun ini masih menggunakan PT Mufid Inti Global.

”Tahun 2021 belum dilelang untuk pihak ketiga pengangkutan sampah limbah. Terpaksa kami pakai pihak ketiga hasil lelang 2020 dulu,” tuturnya Jumat (18/2).

Mochammad Rizaly Triyanto mengatakan, penanganan sampah limbah rumah sakit sesuai protokol tetap (protap). Sampah limbah medis biasa dengan Covid-19 dibedakan tempatnya. ”Sampah medis dibungkus plastik kuning dan sampah nonmedis plastik hitam,” kata dia kemarin.

Namun, sejak adanya persebaran virus korona, ruang tunggu pasien terpaksa dijadikan TPS Covid-19. Tujuannya, supaya tidak bercampur dengan sampah limbah medis dan nonmedis. ”Sebelum dibuang ke TPS, ditaruh dulu di titik pengumpulan sampah sementara dalam kondisi dibungkus plastik,” ujarnya.

Rizal menyampaikan, setelah sampah limbah terkumpul, cleaning service memilah. Kemudian, sampah Covid-19 ditaruh ke TPS khusus yang ada di sisi barat belakang rumah sakit. Sementara, sampah medis dan nonmedis ditempatkan di sisi timur belakang rumah sakit. ”Sebelum masuk TPS, sampah-sampah itu sudah disemprot disinfektan,” terangnya.

Dia menjelaskan, setelah sampah ada di TPS, PT Mufid Inti Global selaku pihak ketiga melakukan pengangkutan. Setiap dua hari sekali sampah limbah itu diangkut untuk dimusnahkan.

”Pengangkutan itu dilakukan setiap dua hari sekali. Tapi untuk nonmedis, petugas dari DLH yang mengangkut,” sebutnya.

Limbah medis dan Covid-19 langsung diangkut PT Mufid Inti Global untuk dimusnahkan. Setelah sampah keluar dari rumah sakit, bukan lagi kewenangan pihak rumah sakit.

”Semisal disalahgunakan, itu bukan kewenangan kami. Tapi, insyaallah tidak akan terjadi,” tegasnya.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, limbah rumah sakit harus dikelola serius. Sebab, sampah-sampah itu rentan menjadi sumber  penularan penyakit. Terutama, sampah Covid-19 dan penyakit menular lainnya.

”Sampah pasien HIV dan Covid-19 berpotensi menular kalau tidak ditangani yang ahli. Karena itu, tiap tahun dipihakketigakan untuk pengelolaannya,” tandasnya.

(mr/pen/daf/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news