alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Sisi Lain Puluhan Paus Pilot Terdampar di Selat Madura

Ada Yang Mengelus, Ada Yang Menunggangi

20 Februari 2021, 03: 25: 59 WIB | editor : Abdul Basri

JADI MAINAN: Bocah perempuan menunggangi ikan paus pilot yang mati karena terdampar di Dusun Baton, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, kemarin.

JADI MAINAN: Bocah perempuan menunggangi ikan paus pilot yang mati karena terdampar di Dusun Baton, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

Paus pilot yang terdampar menjadi hiburan di tengah pandemi Covid-19. Kecenderungan jeprat-jepret objek juga menemukan momennya. Dalam sekejap, foto dan video ikan itu bertebaran di media sosial.

ANAK-ANAK itu sangat girang bermain dengan ikan. Bukan ikan biasa, melainkan ikan berukuran jumbo. Mereka melepas baju dan terjun ke laut untuk mendekat dengan sekawanan paus yang sedang terdampar.

”Siap?” teriak salah seorang warga sambil mengarahkan sorot kamera handphone-nya kepada anak kecil di dekat ikan yang sudah mati itu. Anak yang dipotret itu berpose sambil memegang sirip ikan.

Tak jauh dari tempat itu, anak-anak menunggangi punggung paus. Ada juga yang duduk di atas kepala. Ada juga yang menyeret siripnya. Ada pula yang memegangi bagian ekor. Ada juga yang hanya mengelus-ngelus kulitnya. Terutama kaum perempuan.

Pesisir pantai di Dusun Baton, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, mendadak ramai. Berbagai jenis kendaraan terparkir di pinggir jalan. Petugas berseragam cokelat melambai-lambaikan tangan kepada pengendara dari arat barat dan timur sebagai tanda harus mengurangi laju kendaraan karena sedang banyak warga.

Ratusan warga itu menyaksikan puluhan ekor ikan paus pilot yang terdampar sejak Kamis (18/2). Ada yang menyaksikan dari darat karena tidak ingin basah. Tidak sedikit pula yang turun ke pantai karena ingin menyaksikan langsung paus pilot dari dekat.

Lokasi terdamparnya paus tidak terlalu dalam. Orang-orang yang penasaran dengan mudah sampai ke lokasi. Namun, harus berjalan memelan, karena banyak karang tajam yang dapat melukai pengunjung tanpa alas kaki.

Paus yang sudah mati itu tidak hanya menjadi tontonan. Anak-anak banyak yang menaiki punggung ikan itu hanya demi mengabadikan momen di kamera handphone orang tuanya. Hal tersebut dilakukan satu paus ke paus lain.

Syaif Prabu, warga Desa Serabi Timur, Kecamatan Modung, mengatakan, terdamparnya puluhan ikan paus kali pertama ditemukan nelayan. Kemudian, diunggah di berbagai akun media sosial (medsos).

Dia mengungkapkan, pada Kamis puluhan paus itu masih banyak yang hidup. Setelah itu kondisinya menurun dan banyak mati. Dari 49 paus, tinggal tiga yang masih hidup. ”Ibu gubernur datang melihat langsung kondisi paus-paus tersebut. Juga, langsung dilakukan evakuasi,” ucapnya.

Camat Modung Heri Arifin mengatakan, puluhan ikan paus tersebut sudah banyak yang mati. Hanya tiga paus yang masih hidup. Kepala Dinas Perikanan Bangkalan Muhammad Zaini mengatakan, puluhan ikan paus terdampar itu diduga karena angin puting beliung cukup besar di perairan Kenjeran, Surabaya. ”Mungkin faktor angin puting beliung,” ucapnya.

Orang-orang itu memadati pesisir Dusun Baton hingga matahari terbenam. Namun, hingga surya kembali ke peraduan masih ada yang penasaran untuk datang ke tempat itu. Kepadatan warga akan kembali terjadi hari ini saat proses penguburan. (jup)

(mr/bam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news