alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Kuburan Masal Sedalam 10 Meter

20 Februari 2021, 06: 15: 59 WIB | editor : Abdul Basri

KOMPAK: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron melakukan evakuasi paus yang terdampar di perairan Dusun Baton, Desa Patereman kemarin.

KOMPAK: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron melakukan evakuasi paus yang terdampar di perairan Dusun Baton, Desa Patereman kemarin. (HUMAS PEMPROV JATIM FOR RadarMadura.id)

Share this      

BUTUH tenaga dan alat ekstra untuk menangani puluhan bangkai paus yang terdampar di Dusun Baton, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan. Selain banyak, ukurannya juga besar-besar. Penguburan kemungkinan baru bisa dilakukan hari ini (20/2).

Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisit dan Laut Denpasar Wilayah Kerja Jawa Timur mengungkapkan, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah terkait rencana penguburan. Selain itu menunggu alat berat. Karena jumlah paus yang mati banyak, diperlukan lahan lumayan luas. ”Kemungkinan lokasinya di pinggir-pinggir pantai juga,” katanya.

Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya sudah meminta untuk didatangkan ekskavator agar dilakukan evakuasi dan penguburan. Namun, semua itu bisa dilakukan jika air sudah surut. Lokasi penguburannya dipasrahkan ke Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Modung.

”Saya minta dikirim dua ekskavator. Proses penguburannya menunggu air surut. Penting ekskavator ke sini dulu. Nanti dikoordinasikan perangkat kecamatan,” ucapnya ketika memantau proses evakuasi di pantai Dusun Baton, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, kemarin (19/2).

Mantan menteri sosial (Mensos) itu menerangkan, untuk paus yang masih hidup telah dikembalikan ke laut. Sehingga, paus-paus tersebut bisa tetap hidup. ”Bobot ikan menjadi kendala utama saat mendorong mereka kembali ke laut dalam. Semoga kejadian seperti ini dapat diantisipasi lebih baik lagi ke depan,” harap Khofifah.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur Sumpena menerangkan, penguburan dilakukan di bibir pantai menggunakan dua alat berat. Hingga tadi malam baru satu alat berat yang tiba di lokasi. ”Yang satunya lagi kalau bukan nanti malam (tadi malam), ya besok (hari ini, Red) datang,” kata Sumpena.

Sumpena belum menghitung kebutuhan luas lahan untuk kuburan puluhan paus tersebut. Namun, dia memastikan kedalaman liang 10 meter dengan lebar 5–6 meter. ”Panjangnya kita lihat nanti, sesuai kebutuhan,” terangnya. (jup)

(mr/bam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news