alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

52 Paus Pilot Tersesat, 3 Ekor Selamat, 49 Berujung Maut

20 Februari 2021, 00: 30: 59 WIB | editor : Abdul Basri

PUSAT PERHATIAN: Seekor paus pilot mati menjadi mainan anak-anak di Dusun Baton, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, kemarin.

PUSAT PERHATIAN: Seekor paus pilot mati menjadi mainan anak-anak di Dusun Baton, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan, kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Peristiwa tidak lazim terjadi di perairan selatan Kabupaten Bangkalan. Segerombolan paus pilot terdampar di pantai Dusun Baton, Desa Patereman, Kecamatan Modung.

Jumlah keseluruhan diperkirakan mencapai seratus ekor. Hanya tiga ekor yang berhasil diselamatkan dan 49 yang lain berujung kematian.

Kapolsek Modung AKP Suwaji mengatakan, awalnya puluhan paus itu terdampar di perairan Desa Pangpajung Kamis (18/2) sekitar pukul 10.00. Saat itu jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di pantai Dusun Baton.

Masyarakat Desa Pangpajung sempat membantu agar kawanan ikan itu kembali ke laut lepas. Namun, upaya itu tidak sepenuhnya berhasil. Tidak sedikit yang justru kembali lagi.

Sejak saat itulah keberadaan paus itu menjadi viral di media sosial. Keesokan harinya, puluhan ekor paus pilot yang terdampar di pantai Dusun Baton. ”Informasinya dari masyarakat lebih dari 100 paus yang terdampar di Desa Pangpajung,” ungkap Suwaji.

Warga Dusun Baton juga memberikan pertolongan kepada puluhan paus yang terdampar. Mereka berusaha keras agar ikan-ikan jumbo itu bergerak ke perairan yang lebih dalam. Namun, paus-paus itu kembali lagi ke pinggir. ”Tidak pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya,” ucap Alisa Ramadani, warga di lokasi kemarin (19/2).

Peristiwa itu menyita perhatian masyarakat. Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron berserta rombongan juga datang ke lokasi. Sontak saja pesisir Dusun Baton dipenuhi warga yang penasaran dengan keberadaan ikan dilindungi tersebut.

Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemerintah provinsi (pemprov) mengandeng Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk mencari tahu penyebab kawanan paus bisa terdampar. Tim Fakultas Kedokteran Hewan Unair juga akan meneliti penyebab kematian ikan dengan nama ilmiah globicephala itu. ”Mereka (paus) ternyata memiliki kebersamaan yang luar biasa,” katanya.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur mencatat 52 ekor paus yang terdampar di pantai Dusun Baton. Tiga di antaranya berhasil diselamatkan setelah susah payah dibantu kembali ke laut dalam. Dengan demikian, terdapat 49 yang sekarat hingga berujung kematian.

Kasubbag Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan BKSDA Jawa Timur Gatut Panggah Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah memeriksa di lokasi pertama kawanan paus terdampar. Yakni, di Desa Pangpajung. Namun, hasilnya nihil. Dia menepis rumor yang menyebut ada waga yang mengambil sirip paus. ”Pengambilan sirip hanya dilakukan oleh tim penanganan untuk sampel,” terangnya.

Catatan lembaganya, tidak pernah ada kejadian kawanan paus pilot yang terdampar di perairan Madura. Pihaknya belum dapat memastikan kawanan paus itu bisa terdampar. Namun biasanya, paus pilot hidup dengan cara bergerombol.

”Ketika pimpinan dari koloni ini salah belok, paus yang lain akan mengikuti. Tiga ekor sudah kita rilis (selamatkan). Tetapi ternyata sempat baik lagi. Itu mengindikasikan yang sudah mati masih memancarkan sonar,” katanya.

Sekawanan ikan yang terdampar jenis paus pilot. Panjang rata-rata 2–3,5 miter. Bobot lebih 100 kilogram. Dugaan sementara, mereka terdampar karena ”ketua” kawanannya tersesat. ”Kemungkinan karena salah belok ketua kawanannya,” ucap Retno Purwoningsih, perwakilan dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Denpasar Wilayah Kerja Jawa Timur.

Retno menambahkan, paus pilot termasuk hewan konservasi. Sehingga keberadaannya dilindungi. Dari sisi jumlah, paus pilot memang masih banyak. Namun masyarakat dilarang menangkap karena tidak untuk dikonsumsi.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, terdamparnya puluhan paus pilot tersebut menjadi atensi pemerintah. Pihaknya juga akan mengevaluasi penanganan kejadian insidental. Sebab, pertolongan terhadap kawanan paus tersebut banyak dilakukan warga dengan cara yang sangat sederhana.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja mengungkapkan, pihaknya mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan area bersama instansi terkait. Petugas meminta masyarakat tidak melukai paus yang terdampar.

Perwira yang akrab disapa Asop itu menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait dan dibantu masyarakat menyelamatkan ikan paus yang masih hidup dengan mendorong ke tengah. ”Saat ini masih dilakukan otopsi terhadap beberapa bangkai ikan paus,” imbuhnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news