alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

UTM Kembali Gelar Panen Raya Jagung Madura

18 Februari 2021, 08: 58: 06 WIB | editor : Haryanto

INOVATIF: Wakil Rektor III UTM Agung Ali Fahmi (baju putih berkacamata) melakukan panen jagung Madura 3 di Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng.

INOVATIF: Wakil Rektor III UTM Agung Ali Fahmi (baju putih berkacamata) melakukan panen jagung Madura 3 di Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng. (Junaidi Pondiyanto/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) konsisten mengembangkan jagung Madura. Inovasi jagung biasa menjadi jagung hibrida yang dirintis sejak 2007 terus berkembang hingga sekarang. Universitas negeri di Pulau Madura itu kembali menggelar panen raya jagung program klaster jagung Madura 2020 Rabu (17/2).

Lokasinya di salah satu lahan milik petani di Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng. Panen raya dihadiri Wakil Rektor III UTM Agung Ali Fahmi dan Asisten Direktur BI Jawa Timur Hasto Hutomo. Hadir pula perwakilan Pemkab Sumenep dan jajaran Forkopimka Lenteng.

Wakil Rektor III UTM Agung Ali Fahmi menuturkan, panen jagung saat ini merupakan panen raya kali ketiga setelah melalui sejumlah uji coba. Riset dilakukan untuk mengembangkan jagung biasa menjadi jagung Madura 3.

”Panen jagung pertama tahun ini dilakukan pada lahan seluas 100 hetare yang tersebar di wilayah Madura. Keunggulan jagung Madura 3 adalah umur pendek dengan capaian produksi tinggi. Jagung sudah bisa dipanen dalam kurun waktu 85 hari sejak mulai ditanam,” katanya.

Menurut Agung, hasil produksi bisa tiga kali lipat lebih banyak dari jagung biasa. Termasuk harga bibitnya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga bibit jagung lain. Hal itu menunjukkan bahwa hasil jagung inovasi UTM lebih berkualitas, unggul, dan mampu bersaing dengan bibit lainnya.

”Dengan usainya tanam yang pendek dan hasil produksi berlimpah, petani bisa lebih cepat menikmati hasilnya dari menanam jagung,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Direktur BI Jawa Timur Hasto Hutomo mengungkapkan, selama ini pihaknya telah bekerja sama dengan UTM untuk mengembangkan tanaman jagung. ”Dengan target peningkatan kapasitas SDM petani, peningkatan kapasitas produksi, dan pembentukan korporatisasi,” paparnya.

Dia menambahkan, peningkatan SDM bisa dilakukan dengan memberikan edukasi tentang cara bercocok tanam yang benar. Dengan bibit yang unggul untuk mendongkrak capaian produksi dan hasilnya bisa dikelola dengan adanya korporatisasi.

”Dari kebutuhan bercocok tanam hingga hasil panen jagung bisa lebih terarah dan memudahkan petani dengan adanya korporatisasi. Misalnya, membentuk koperasi,” jelasnya. (jun/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news