alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Bupati Terima Hasil Kajian Akademik Berkas Pemekaran Wilayah Pamekasan

18 Februari 2021, 07: 55: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SUKSES: Tim penyusun menyerahkan naskah akademik pemekaran wilayah Pamekasan kepada Bupati Baddrut Tamam dan Ketua DPRD Fathor Rahman di Peringgitan Dalam Pendapa Ronggosukowati kemarin.

SUKSES: Tim penyusun menyerahkan naskah akademik pemekaran wilayah Pamekasan kepada Bupati Baddrut Tamam dan Ketua DPRD Fathor Rahman di Peringgitan Dalam Pendapa Ronggosukowati kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Tim penyusun naskah akademik menyerahkan berkas hasil kajian di Peringgitan Dalam Pendapa Ronggosukowati kemarin (17/2). Naskah akademik pemekaran wilayah Pamekasan menjadi kota dan kabupaten itu diberikan oleh Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim kepada Bupati Baddrut Tamam dan dari Rektor Unira Riszqina kepada Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rahman.

Kegiatan tersebut dihadiri ulama dan rektor. Di antaranya, Rektor Poltera Arman Jaya, Rektor Universitas Wiraraja Sjaifurrachman, dan Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Imam Hosairi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Agus Mulyadi serta Kepala Bappeda Taufikurrachman.

Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Mathlabul Ulum, Lenteng, Sumenep, KH Taufikurrahman FM, Koordinator NU Madura KH Makki Nasir, dan Panitia Nasional Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (PNP3M).

KOMPAK: Rektor, tim penyusun, dan ulama foto bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Ketua DPRD Fathor Rahman di Peringgitan Dalam Pendapa Ronggosukowati kemarin.

KOMPAK: Rektor, tim penyusun, dan ulama foto bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Ketua DPRD Fathor Rahman di Peringgitan Dalam Pendapa Ronggosukowati kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Pengarah Tim Penyusun Mohammad Kosim menjelaskan, persyaratan administratif pemekaran wilayah Pamekasan terpenuhi. Baik dari segi dasar kewilayahan dan persyaratan kapasitas daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang 23/2014. ”Kecuali kalau ada masalah dalam keuangan yang banyak bergantung pada pusat. Tapi ini jangan dijadikan rintangan,” terangnya.

Kosim menjelaskan, pemekaran wilayah tersebut untuk percepatan layanan demi kesejahteraan masyarakat. Dengan dimekarkan, maka perhatian dan pelayanan bisa lebih maksimal.

Pemekaran ini juga menjadi cara atau strategi untuk menuju provinsi Madura. Sebab, persyaratannya harus memiliki minimal lima kabupaten/kota. ”Tapi keputusannya kami serahkan kepada bupati dan DPRD Pamekasan,” terangnya.

Ketua Umum PNP3M Ahmad Zaini menjelaskan, jika Pemkab Pamekasan bisa merealisasikan pemekaran wilayah, maka syarat untuk menjadikan Madura sebagai provinsi sudah tepenuhi. Dia berharap pemkab di Madura kompak mendukung upaya tersebut. Sebab, selama ini Madura tertinggal dan menderita.

”Terima kasih yang setingi-tingginya yang sudah mengambil langkah untuk memekarkan Pamekasan untuk kesejahteraan masyarakat Madura. Semoga tidak lama lagi Madura menjadi provinsi,” terangnya.

Sementara itu, KH Taufikurrahman FM mengaku bangga dengan selesainya kajian naskah akademik pemekaran wilayah Pamekasan tersebut. Dia berdoa ini awal baik untuk Madura ke depan.

Koordinator NU Madura KH Makki Nasir menjelaskan, kajian naskah akademik merupakan kemajuan nyata untuk membangun Madura. Dia mengapresiasi dan turut hadir supaya semangat membangun masyarakat Madura, khususnya di Pamekasan, betul-betul sesuai dengan pemikiran para pakar.

Bupati Baddrut Tamam mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah menuntaskan kajian. Hasil kajian pemekaran wilayah tersebut akan menjadi acuan pemkab dalam menentukan kebijakan. ”Tentu saja saya bersyukur. Semoga kajian ini bersamaan dengan takdir Allah agar menjadi kenyataan,” katanya.

(mr/sin/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news