alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Pelepasan Purnatugas Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim

Fauzi Akui Buya Sosok Guru

18 Februari 2021, 07: 45: 59 WIB | editor : Abdul Basri

GUYUB: KH A. Busyro Karim foto bersama dengan angggota Forkopimda Sumenep usai acara pelepasan purnatugas di kediamannya kemarin.

GUYUB: KH A. Busyro Karim foto bersama dengan angggota Forkopimda Sumenep usai acara pelepasan purnatugas di kediamannya kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

Nomor 17 bersejarah bagi KH A. Busyro Karim. Sebab, pada tanggal itu dia dilantik sebagai bupati Sumenep. Pada 17 Februari pula pelepasan purnatugasnya dilaksanakan.

RUSYDI ZAIN, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

IRING-IRINGAN kendaraan dinas dan mobil pribadi dikawal patwal memadati jalan depan rumah dinas (rumdis) bupati pukul 10.30 kemarin (17/2). Dari Jalan Panglima Sudirman itu bergerak menuju Jalan Raya Gapura.

BERDEDIKASI: KH A. Busyro Karim didampingi istri, Nurfitriana menyampaikan sambutan terakhir sebagai bupati Sumenep kemarin.

BERDEDIKASI: KH A. Busyro Karim didampingi istri, Nurfitriana menyampaikan sambutan terakhir sebagai bupati Sumenep kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Alphard hitam di barisan terdepan setelah mobil patwal. Para santri berjejer di kiri dan kanan jalan dari pintu masuk menuju rumah KH A. Busyro Karim di Desa Beraji, Kecamatan Gapura.

Petugas dinas perhubungan (dishub) sibuk mengatur arus lalu lintas supaya tidak ada orang menyeberang saat rombongan melintas. Bunyi sirene mobil patwal berhenti. Pertanda Alphard sudah sampai di pintu masuk kediaman pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyyah itu.

Pintu kiri depan terbuka. Turunlah seorang ajudan dan membukakan pintu tengah. KH A. Busyro Karim turun dari pintu kiri dan istri tercinta, Nurfitriana, turun dari pintu kanan. Kemudian, mendekatlah ke samping suami tercintanya.

Lalu, keduanya berjalan menuju pintu gerbang rumah diiringi oleh Achmad Fauzi dan istrinya serta seluruh forkopimda. Sebelum masuk ke area rumahnya, dikalungkanlah serban putih motif ukir kepada Kiai Busyro. Selanjutnya, acara pelepasan purnatugas dimulai.

Acara dimulai dengan doa. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi yang kini menjabat sebagai Plh bupati. Setelah itu, secara bergantian forkopimda menyampaikan kesan dan pesan selama bersama bupati yang akrab disapa Buya itu.

Kajari Sumenep Djamaluddin ambil bagian pertama paling lama menyampaikan kesan dan pesan. Dia mengucapkan banyak terima kasih dan sangat terkesan. ”Saya tidak menyangka bisa jalan-jalan keliling ke kepulauan di Sumenep. Berkat program beliau, kami bisa sampai di pulau terjauh Sumenep, yakni Masalembu,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Nur Cholis. Dia juga terkesan bersama bupati keliling empat pulau. Menurut dia, Kiai Busyro santai dalam menghadapi situasi apa pun. ”Ketenangannya dalam menghadapi situasi berdampak pada sikap dan pengambilan keputusannya yang selalu bijak,” katanya.

Selanjutnya, Wakil Bupati Achmad Fauzi menyampaikan kesannya. Menurut dia, selama lima tahun tidak pernah ada gesekan. ”Beliau ini adalah guru saya. Saya yang memiliki latar belakang pengusaha bisa mengerti dan paham dunia birokrasi juga berkat beliau,” katanya.

Maka dari itu, kebersamaannya selama lima tahun diberi judul lagu kemesraan. ”Mungkin kemesraan ini terjalin berkat beliau pendiam dan saya juga pendiam,” candanya.

KH A. Busyro Karim mengatakan, perpisahan ini diharapkan menjadi momentum yang barokah. Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh forkopimda, kepala OPD, dan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sumenep. Tanpa bantuan semua pihak, program dan kegiatan yang telah dicanangkan selama dua periode tidak akan terlaksana dengan maksimal.

”Terima kasih kepada warga Sumenep. Teruslah menjadi masyarakat yang berwibawa dan mendukung seluruh program dan kegiatan pemerintah untuk kemajuan dan kesejahteraan,” terangnya.

Mantan ketua DPRD itu juga berpesan kepada bupati terpilih yang segera dilantik supaya lebih baik. Utamanya, dalam menata dan menjalankan roda pemerintahan. ”Terima kasih atas semuanya dan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Salam Sumenep Super Mantap,” tegasnya.

Dia juga meminta bupati terpilih Achmad Fauzi melanjutkan program untuk kepulauan. Terutama program pembangunan transportasi udara menuju Masalembu. Sementara transportasi udara ke Pulau Kangean dipastikan terealisasi. ”Saya hanya titip transportasi udara ke Pulau Masalembu yang sudah diprogramkan,” katanya.

Selain itu, dia berharap supaya program pembangunan infrastruktur yang sudah direncanakan dilaksanakan. ”Semoga beliau mampu dan lebih baik dalam memimpin Sumenep ke depan,” harapnya.

Achmad Fauzi selaku bupati terpilih menegaskan, 70 persen visi dan misinya sama dengan periode sebelumnya. Sementara 30 persen adalah program dan inovasi baru. ”Kami ini hanya melanjutkan. Tentunya, tetap berusaha untuk lebih baik. Seluruh program yang sudah direncanakan sebelum saya akan direalisasikan,” paparnya.

Maka dari itu, pihaknya sangat berharap dukungan dari semua pihak. Sebab, Sumenep adalah milik bersama. ”Bismillah melayani. Mari kita bersama majukan pembangunan, tingkatkan perekonomian, dan sejahterakan masyarakatnya,” katanya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news