alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

A. Busyro Karim Pendobrak Kebangkitan Pariwisata Sumenep

17 Februari 2021, 21: 19: 39 WIB | editor : Abdul Basri

LESTARI: Lakon saat memerankan kesenian topeng Kabupaten Sumenep.

LESTARI: Lakon saat memerankan kesenian topeng Kabupaten Sumenep. (ISTIMEWA)

Share this      

BUPATI A. Busyro Karim layak dinobatkan sebagai pendobrak kebangkitan pariwisata di Kabupaten Sumenep. Sebab, banyak jasa dan prestasi yang ditoreh selama memimpin Kota Keris. Hal itu disampaikan oleh Kepala Disparbudpora Sumenep Bambang Irianto.

Menurut Bambang Irianto, sejak periode pertama, Bupati A. Busyro Karim mengenalkan dan mencitrakan Sumenep sebagai daerah tujuan wisata utama. Pengenalan dan penguatan image yang dilakukan kali pertama adalah mendatangkan artis ibu kota ke Kota Sumekar.

”Saat itu, artis Ayu Azhari dipilih untuk berkunjung ke Kabupaten Sumenep. Ayu Azhari diminta bersepeda mengelilingi Kota Sumenep. Kemudian, mandi di Taman Sare Keraton. Beliau merupakan bupati yang berani mendobrak kebangkitan pariwisata di Sumenep,” tegas Bambang Irianto.

WIBAWA: Kepala Disparbudpora Sumenep Bambang Irianto.

WIBAWA: Kepala Disparbudpora Sumenep Bambang Irianto. (ISTIMEWA)

Dijelaskan, pemerintah kabupaten melalui Disparbudpora Sumenep juga sukses menyelenggarakan seminar nasional di pendapa. Seminar tersebut fokus untuk menguatkan pemahaman bahwa Sumenep memiliki pengaruh besar atas berdirinya nusantara.

”Penguatan pemahaman sangat penting dalam mengembangkan dan membangkitkan minat pariwisata. Sebab, penopang wisata adalah narasi, cerita, dan sejarah,” ungkap Bambang Irianto.

Bambang Irianto mengungkapkan, branding tematik besar dalam mengembangkan pariwisata di Sumenep yakni The Soul of Madura. Karena itu, selama dua periode, pemenuhan aksesibilitas dilakukan untuk memudahkan dan menyamankan wisatawan. ”Terminal Wiraraja, Pelabuhan Kalianget, bahkan bupati mewujudkan Bandara Trunojoyo menjadi bandara komersial,” ulasnya.

Tak hanya itu, selama dua periode Bupati A. Busyro Karim juga telah berhasil meningkatkan iklim kondusif bagi tumbuh kembangnya investasi dan usaha wisata di Sumenep. Buktinya, kini ada 19 hotel, 35 resto/rumah makan, 145 guide berlisensi, dan 29 destinasi wisata.

”Bahkan, destinasi wisata terbaru pada masa periodenya yakni Pantai Sembilan, water park, Tectona, Goa Soekarno, Bukit Tinggi, Pantai E Kasoghi. termasuk Gili Iyang, Gili Labak, Lombang, dan Slopeng,” tuturnya.

Tak cukup di situ, dalam rangka menambah daya tarik, setiap tahun diselenggarakan event. ”Event terbesar yaitu penyelenggaraan FKMA berskala ASEAN yang dihadiri Presiden Joko Widodo,” klaimnya.

Bambang Irianto menegaskan bahwa Sumenep juga meneguhkan diri sebagai Kota Keris dan menjadikan Desa Aeng Tongtong sebagai sentra keris dalam upaya melestarikan kearifan lokal.

”Kegiatan kesenian tradisional dan kebudayaan digelar secara berkala. Misalnya musik saronen, uldaul, macapat, karapan sapi, kirab budaya, dan upacara adat seperti rokat tase’ sebagai bentuk kepedulian, dukungan, dan apresiasi,” paparnya.

Bambang Irianto secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bupati A. Busyro Karim atas pengabdiannya selama dua periode sebagai bupati Sumenep. Dia juga berkomitmen akan terus mengembangkan dan meningkatkan daya tarik dan destinasi wisata di Kabupaten Sumenep.

”Komitmen kami tak pernah surut untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (par)

(mr/rus/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news