alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

BPRS Bhakti Sumekar All-Out Beri Pelayanan Terbaik

17 Februari 2021, 21: 06: 02 WIB | editor : Abdul Basri

RESMI: Bupati Sumenep A. Busyro Karim (kemeja hitam) didampingi Ibu Nurfitriana bersama Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar (dua dari kiri) dan Direktur Bisnis BPRS Bhakti Sumekar Cahya Wiratama (paling kanan) saat menggunting bunga.

RESMI: Bupati Sumenep A. Busyro Karim (kemeja hitam) didampingi Ibu Nurfitriana bersama Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar (dua dari kiri) dan Direktur Bisnis BPRS Bhakti Sumekar Cahya Wiratama (paling kanan) saat menggunting bunga. (AMINATUS SUHRA/RadarMadura.id)

Share this      

BANK Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar terus berbenah dan all-out memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemkab Sumenep tersebut merupakan penyumbang terbesar retribusi pendapatan asli daerah (PAD).

Pada masa kepemimpinan Bupati Sumenep A. Busyro Karim, BUMD ini banyak memberikan sumbangsih untuk membangun Kota Keris. BPRS Bhakti Sumekar senantiasa memberikan kemudahan kepada masyarakat, terutama di bidang perekonomian.

Perkembangan BPRS Bhakti Sumekar sangat pesat. Kinerja keuangan aset pada 2015 sebesar Rp 513.595.091.927. Pada akhir Desember 2020 mencapai Rp 1.027.785.109.000, tumbuh 100 persen. Untuk pembiayaan mengalami pertumbuhan 75 persen. Pada 2015 sebesar Rp 372.605.573.587 dan pada 2020 mencapai Rp 652.091.207.000.

RESMI: Bupati Sumenep A Busyro Karim (kemeja hitam) bersama Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar (kiri) dan Direktur Bisnis BPRS Bhakti Sumekar Cahya Wiratama (tengah).

RESMI: Bupati Sumenep A Busyro Karim (kemeja hitam) bersama Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar (kiri) dan Direktur Bisnis BPRS Bhakti Sumekar Cahya Wiratama (tengah). (AMINATUS SUHRA/RadarMadura.id)

Pertumbuhan dana dari pihak ketiga sangat drastis. Dana pihak ketiga tersebut dihimpun dari masyarakat melalui tabungan dan deposito. Tumbuh menjadi 170 persen. Pada 2015 hanya Rp 252.753.291.958 dan pada 2020 mencapai Rp 682.637.936.000. Jumlah laba setelah pajak tumbuh 8 persen. Sebelumnya, pada 2015 hanya Rp 11.118.815.849 dan pada akhir 2020 mencapai Rp 11.999.352.000.

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko melalui Direktur Operasional Hairil Fajar menuturkan, penyertaan modal Pemkab Sumenep mulai 2002 hingga 31 Desember 2020 sebesar Rp 145.995.000.000. Pada 2002 hingga 2010 dengan modal Rp 40 miliar dengan lembar saham 8 ribu lembar.

Hairil Fajar menambahkan, pada 2011 hingga 2020 penyertaan modal sebesar Rp 106,2 miliar dengan jumlah saham 21.300 lembar. Capaian ini diraih pada saat kepemimpinan Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Sebab, selama dua periode menjadi bupati telah memberikan penyertaan modal kepada BPRS Bhakti Sumekar.

Dijelaskan, PAD yang disetorkan pada Pemkab Sumenep mulai 2002 hingga akhir Desember 2020 sebesar Rp 79,7 miliar. Tujuh kali berturut-turut kinerja keuangan sangat bagus dari Info Bank. Pelayanan BPRS Bhakti Sumekar tidak diragukan lagi. Kini jaringan kantor dan kas sudah menyebar ke kepulauan dan daratan.

Di Kabupaten Sumenep, BPRS Bhakti Sumekar memiliki 16 kantor cabang, 2 kantor kas, dan 7 kantor cabang di wilayah kepulauan. BPRS Bhakti Sumekar sudah menyisir Kepulauan Sapeken dan Masalembu. ”Masyarakat kepulauan menyambut baik karena di pulau tidak ada transaksi melalui bank,” ucapnya.

Hairil Fajar menambahkan, BPRS Bhakti Sumekar juga memiliki kantor cabang di luar Kabupaten Sumenep. Di Kabupaten Pamekasan ada 4 kantor cabang dan pada 2017 membuka cabang di Kabupaten Jember. Tak hanya itu, BPRS Bhakti Sumekar juga banyak melakukan pengembangan produk untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari transaksi digital, fokus UKM, Pusyar, dan lain-lain.

”Pusyar ini kita berikan kepada pelaku UMKM, start-up, tanpa ada tambahan margin atau bunga. Sehingga, masyarakat hanya membayar pokok pinjaman yang bekerja sama dengan Baznas, disperindag, serta Diskop dan UM Sumenep. Ini merupakan program yang terbaik karena tunggakan 0 persen,” terangnya.

Dijelaskan oleh Hairil Fajar, masyarakat sudah dimudahkan melakukan cek saldo, transfer antarbank, dan aktivitas lainnya melalui mobile banking. Masih banyak aplikasi lainnya yang dikeluarkan BPRS Bhakti Sumekar. Di antaranya BBS mobile, Sektrik, Gaul, BBS merchant, dan lainnya.

Hairil Fajar mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sumenep A. Busyro Karim yang telah memberikan dukungan untuk menumbuhkembangkan BPRS Bhakti Sumekar menjadi bagian transaksi perbankan di lingkungan Pemkab Sumenep dan sekitarnya. ”Terima kasih atas dukungannya sejak menjadi ketua DPRD hingga menjadi bupati dua periode yang telah menorehkan sejarah berdiri dan berkembangnya BPRS Bhakti Sumekar,” paparnya. (mi/par)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news