alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Empat Tersangka Dilimpahkan

Pencurian Kotak Amal Sisakan Satu DPO

11 Februari 2021, 01: 09: 49 WIB | editor : Abdul Basri

DISERAHKAN: Tersangka kasus pencurian kotak amal yang masih di bawah umur dilimpahkan ke Kejari Pamekasan kemarin.

DISERAHKAN: Tersangka kasus pencurian kotak amal yang masih di bawah umur dilimpahkan ke Kejari Pamekasan kemarin. (ISTIMEWA)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Empat dari sepuluh tersangka kasus pencurian kotak amal diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan kemarin (10/2). Enam tersangka masih berada di polres dan seorang yang lain masih buron.

Empat tersangka tersebut AF, 17, dan RM, 15. Keduanya berasal dari Kecamatan Kota Pamekasan. Lalu FDK, 17, warga Kecamatan Proppo dan D, 17, warga Kecamatan Larangan.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo menyampaikan, tidak ada keistimewaan kepada tersangka. Namun, ada regulasi yang mengatur bahwa pelaku pidana anak-anak harus didahulukan. ”Sementara yang empat kami dahulukan karena masih di bawah umur,” terangnya.

Adhi mengatakan, orang tua mereka sudah tahu dan menerima atas tindakan yang dilakukan oleh anak-anaknya. Karena empat anak yang masih di bawah umur itu sudah dilimpahkan, maka selanjutnya menjadi wewenang kejaksaan.

Kepala Seksi Kasi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Pamekasan Maelan tidak mengangkat telepon ketika dihubungi sekitar pukul 16.34. Kajari Pamekasan Mukhlis menyampaikan, kemungkinan mereka dilimpahkan ke pengadilan negeri (PN) hari ini (11/2). ”Jaksa sedang buat dakwaan. Satu dua hari akan dilimpahkan. Dakwaan akan menyesuaikan dengan perundang-undangan anak,” jelasnya.

Salah seorang advokat M. Alfianto mengatakan, perlakuan khusus itu diatur UU 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Perlakuan khusus itu sejak proses penangkapan, penahanan, dan pemeriksaan hingga putusan. Dia mencontohkan saat penyidik memeriksa harus minta bantuan bimas dalam waktu tujuh hari dan perpanjangan delapan hari.

”Putusannya juga berbeda. Pertama peringatan, kedua pembinaan, dan ketiga pelatihan kerja sesuai UU 11/2012,” ungkapnya. ”Jadi, kekhususan itu diberikan undang-undang dan wajib dilakukan oleh penyidik, dan penyidik ini juga penyidik anak,” terangnya.

Pelaku tindak pidana di bawah umur bisa ditahan oleh kejaksaan apabila ancaman hukumannya di atas tujuh tahun penjara dengan umur minimal 14 tahun. Sementara kalau ancaman hukuman hanya lima tahun bisa diversi. Yakni, pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Sementara, tersangka yang masih ada di tangan Polres Pamekasan ada enam. Yakni, Royhan Fitra Yana Leste, 19, warga Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan. Lalu, Samsul Bahri, 19, warga Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, dan Nofalul Khoirul, 21, warga Desa/Kecamatan Kadur.

Kemudian, Mohammad Dafir, 20, warga Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan; Ach. Idris Efendi, 20, warga Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan; dan MI, 18, warga Kecamatan Kota Pamekasan.

Komplotan pencuri itu beraksi di tujuh kecamatan. D, Nofalul Khoirul, dan Mohammad Dafir pernah beraksi di tiga masjid di Kecamatan Waru, satu masjid di Kecamatan Kadur, dan pernah hendak melakukan pencurian di sebuah toko.

Sementara di Kecamatan Larangan diaktori RM, Royhan, FDK, dan Samsul Bahri. Tidak hanya masjid, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut juga jadi sasaran. Pencurian di Kecamatan Kota diaktori AF, FDK, dan Samsul Bahri. Tiga masjid pernah jadi sasaran mereka.

Samsul Bahri dan FDK juga pernah beraksi di Kecamatan Proppo. FDK juga pernah mencuri di Kecamatan Palengaan bersama Royhan, Ach. Idris Efendi, dan D. Objeknya adalah kotak amal SPBU di Desa Larangan Badung dan dua toko.

Ach. Idris Efendi, FDK, dan D juga pernah menyasar Masjid Al Falah Pakong. Seorang tersangka berinisial F juga diduga ikut serta. Anak di bawah umur itu menjadi buronan polisi hingga saat ini. (ky)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news