alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

RSUD Abuya Kangean Dapat Rp 8 Miliar

10 Februari 2021, 19: 44: 42 WIB | editor : Abdul Basri

SEPI: Salah satu bangunan RSUD Abuya Kangean saat proses penggarapan beberapa waktu lalu.

SEPI: Salah satu bangunan RSUD Abuya Kangean saat proses penggarapan beberapa waktu lalu. (AMINATUS SUHRA/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abuya Kangean gagal menjadi rumah sakit tipe D tahun ini. Sebab, ada beberapa pelayanan kesehatan yang perlu dibangun. Sementara kucuran anggaran dari pemerintah tidak sesuai dengan rencana.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep Moh. Jakfar mengakui perencanaan pengalokasian untuk pembangunan rumah sakit di Kecamatan Arjasa itu melenceng. Anggaran yang tersedia tahun ini tidak mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit tipe D.

Ada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan yang belum dibangun. ”Rumah sakitnya tetap diselesaikan. Untuk anggaran Rp 33 miliar itu tidak ada,” terangnya kemarin (9/2). Berkurangnya anggaran itu terjadi karena sebagian dana digunakan untuk pencegahan dan penanganan wabah Covid-19.

Kelanjutan pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan RSUD Abuya Kangean tahun ini disediakan Rp 8 miliar. Anggaran itu berasal dari APBD. Jakfar mengatakan, dari dana yang ada, akan dibangun fasilitas kesehatan (faskes) yang menjadi prioritas.

Yakni, untuk pembangunan ruang penginapan pasien atau IRNA dan perkantoran untuk administrasi. Masih banyak sarana dan prasarana lain yang belum dibangun. Misalnya, pagar, jalan keliling, rumah dokter, dan perawat, serta beberapa faskes lainnya. ”Kita prioritaskan bangunan yang menunjang berjalannya rumah sakit itu walaupun belum sempurna,” terang mantan kepala dinas perikanan dan kelautan itu.

Kucuran Rp 8 miliar itu juga untuk penambahan daya listrik. Daya listrik yang tersedia sekitar 53 ribu watt. Secara keseluruhan, jika rumah sakit berjalan secara normal membutuhkan daya listrik 500 ribu watt. Dengan demikian, tahun ini direncanakan tersedia daya listrik 200 ribu watt.

Fasilatas yang tersedia di rumah sakit tersebut yakni Gedung Radiologi dan Rekam Medik, Laboratorium dan Farmasi, Bedah Central dan CSSD, Kebidanan dan ICU, dan Instalasi Rawat Inap 2. Semua itu dibangun 2020 dengan menghabiskan dana Rp 24.286.198.800 dikerjakan oleh tiga rekanan.

DPRKP dan CK Sumenep akan mengupayakan dari provinsi melalui bantuan keuangan (BK). Tahun lalu dapat bantuan. ”Tapi, yang melaksanakan dinas kesehatan untuk pembangunan tempat pemulasaraan jenazah,” ucapnya. (mi)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news