alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bongkar 1 Kg SS Dalam Beras

09 Februari 2021, 05: 30: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERKUTIK: Sugeng (dua dari kiri) dirilis Polres Sampang.

TAK BERKUTIK: Sugeng (dua dari kiri) dirilis Polres Sampang. (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Perburuan terhadap gembong narkoba tak pernah surut. Polres Sampang kembali mengungkap kasus dengan barang bukti 1 kilogram sabu-sabu (SS). Barang tersebut disembunyikan dalam beras.

Pengungkapan itu berawal dari informasi yang masuk ke Polsek Sokobanah, Jumat (29/1). Sekitar pukul 15.00 polisi menggeledah rumah Syaiful di Dusun Lebak, Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah. Sebab, di dalam rumah pria 39 tahun itu diduga terdapat narkoba.

Kedatangan petugas tidak berhasil menangkap pemilik rumah. Syaiful sudah mengetahui kedatangan polisi. Saat digeledah, rumah sudah kosong. Namun, selang beberapa menit, ditemukan 1.000,68 gram sabu-sabu (SS). Barang haram itu tersimpan di dalam kotak yang tertutup beras.

Penelusuran polisi, barang itu bukan milik Syaiful. Melaikan milik Sugeng, 27, warga sedusun dengan Syaiful. Sugeng bukan pemain baru dalam bisnis haram narkoba.

Rumah Syaiful hanya menjadi penyimpan barang. Dengan demikian, pihak kepolisian langsung menuju rumah Sugeng untuk melakukan penangkapan. Akan tetapi, lagi-lagi polisi tidak berhasil karena target operasi melarikan diri.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz mengatakan, pihaknya mengerahkan semua petugas Polsek Sokobanah maupun satresnarkoba polres. Mereka bergerak untuk menangkap kedua tersangka. Mereka terlacak berada di Desa/Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah. ”Keduanya kami amankan pada 3 Februari 2021 sekitar pukul 01.00,” katanya.

Saat itu polisi hanya mengetahui keberadaan Syaiful di dalam rumah yang mereka tempati. Akan tetapi, saat dilakukan penggerebekan, di dalam rumah tersebut terdapat Sugeng yang selama ini juga menjadi incaran polisi. ”Sehingga keduanya langsung kami amankan dan kami bawa ke Sampang,” ucap Hafidz.

Saat diamankan, Sugeng sedang tidur sehingga tidak menyadari kedatangan polisi. Sedangkan Syaiful berada di bawah kolong meja karena tahu kehadiran petugas. ”Saat diamankan, keduanya tanpa perlawanan,” terang Hafidz.

Sugeng mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Malaysia. Modal yang dikeluarkan Rp 200 juta. Dengan modal itu, tersangka mengaku bisa menjual dengan harga Rp 400 juta. ”Barang tersebut dikirim melalui jalur laut. Kalau tidak diamankan, barang ini akan mengenai puluhan ribu korban,” ungkap Hafidz.

Sementara Sugeng mengaku mengedarkan barang itu untuk menghidupi keluarga. Dia tergiur dengan hasil yang didapatkan yang berlipat itu. ”Saya terpaksa melakukan ini demi menghidupi keluarga,” kelitnya.

Sebelumnya, Polres Sampang juga mengungkap peredaran narkoba lintas negara yang melibatkan warga Jawa Tengah. Yakni, Alfandi Ramadani (AR), 23, warga Kelurahan Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Barang haram yang disita polisi 1.209,36 gram.

Barang itu tersimpan di dalam 16 bungkus sabun. Dia diringkus petugas ketika berada di pinggir Jalan Raya Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jumat (1/1) sekitar pukul 08.00. (iqb)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news