alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Babak Terakhir Dugaan Bayi Tertukar di RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep

Di RS Dipanggil Cantika, di Rumah Jannah

09 Februari 2021, 06: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

PELUKAN IBU: Nurma Ningsih didampingi suami dan keluarga besarnya menjemput bayinya di RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep.

PELUKAN IBU: Nurma Ningsih didampingi suami dan keluarga besarnya menjemput bayinya di RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

Nurma Ningsih melahirkan anak kedua pada Jumat,13 November 2020. Namun, bayi itu ditinggal di rumah sakit. Setelah hampir tiga bulan, bayi tersebut baru dibawa pulang Senin (8/2).

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

SUARA haru terdengar saat seorang petugas rumah sakit menggendong bayi itu keluar. Nurma Ningsih sesekali mengusap air mata. Air mata itu semakin deras saat dia menggendong bayi perempuan yang sebelumnya diduga tertukar tersebut.

Setelah itu, sang suami, Subroto, baru bersedia memberikan penyataan kepada awak media. Warga Kecamatan Batang-Batang itu menyatakan menerima bahwa bayi itu adalah anaknya. Bahkan, dia mengaku sudah lama menyiapkan nama untuk putri keduanya tersebut. Yakni, Elif Zahratul Jannah.

Sebelum hasil tes genetika atau deoxyribonucleic acid (DNA) disampaikan kepada awak media, Subroto dan Nurma diajak ke salah satu ruangan di Mapolres Sumenep. Mereka menyusul rombongan pihak RSUD dr H Moh. Anwar yang lebih dulu menuju ruangan. Atas petunjuk petugas kepolisian yang sejak awal wira-wiri di lorong mapolres.

Tidak sampai sejam, Kapolres Sumenep AKBP Darman menyampaikan hasil tes kepada awak media. Pada kesempatan itu, disampaikanlah hasil tes DNA dengan hasil identik dengan Subroto dan istrinya. Pihak rumah sakit juga dilibatkan.

Tidak banyak kalimat yang disampaikan Subroto mendengar keterangan Kapolres dan Direktur RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep Erliyati. Bahkan, saat itu Subroto tidak berkenan menjawab pertanyaan wartawan. Kecuali hanya menjawab segera mengambil bayi itu di rumah sakit.

Prosesi penyerahan bayi di rumah sakit pun menyita perhatian pengunjung. Pihak kepolisian juga ikut melakukan pendampingan hingga rumah sakit pelat merah itu. Subroto dan istri pun menandatangani sejumlah dokumen syarat pengambilan bayi.

Peristiwa tersebut menandai babak terakhir perkara dugaan bayi tertukar di RSUD dr H Moh. Anwar. Tes DNA yang diupayakan Polres Sumenep keluar dengan hasil identik sehingga menjawab keraguan dan mematahkan dugaan bayi yang tertukar.

Kapolres Sumenep AKBP Darman menyampaikan, beberapa waktu lalu polisi telah melakukan uji sampel tes DNA untuk merespons laporan dugaan bayi tertukar. Pengambilan sampel itu melibatkan RS Bhayangkara Polda Jatim. Hasil tes genetika keluar Jumat (5/2).

Berdasar hasil pemeriksaan terhadap seluruh sampel, hasilnya identik. Secara ilmiah, hasil ini tidak terbantahkan bahwa secara genetik bayi itu anak pasangan Nurma Ningsih dan Subroto.

Sebelumnya, polisi sudah menyampaikan hasil pemeriksaan ini kepada Subroto dan Nurma. Pihak keluarga telah menerima dan segera menjemput bayi perempuan di rumah sakit tersebut. Hasil itu pula menegaskan bahwa rumah sakit tidak melakukan pelanggaran.

”Semoga hasil ini menjadi keputusan yang bisa diterima semua pihak dan memberi keberkahan tersendiri kepada pihak keluarga,” ungkap Darman.

Erliyati bersyukur masalah dugaan bayi tertukar ini tuntas. Sesuai hasil tes DNA, bayi itu adalah anak biologis dari Subroto dan istrinya. Selama ini, bayi perempuan itu diasuh oleh pihak rumah sakit. Pihaknya memiliki panggilan khusus kepada bayi mungil itu.

”Kami di sini memanggilnya ’Cantika’ yang menurut kami artinya perempuan cantik. Selama ini, kami juga siapkan pengasuh khusus untuk bayi itu,” jelasnya.

Subroto menyampaikan, pihaknya telah menerima hasil tes DNA dan mengakui ini anaknya. Dia juga bersyukur sudah ada kejelasan dari kebingunan yang sempat dirinya alami bersama keluarga. Pada saat itu pula, dirinya memberikan nama bayi perempuan itu dengan nama Elif Zahratul Jannah. ”Sekarang yakin kalau ini adalah anak kami,” ucapnya.

Seperti diberitakan, Subroto, 27, dan Nurma Ningsih, 25, menduga pihak rumah sakit menukar bayi perempuan yang lahir pada Jumat (13/11). Versi keluarga, ada perbedaan dari bayi yang dilahirkan Nurma dengan bayi yang diserahkan pihak rumah sakit. Setelah diopname satu hari, sang ibu diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit tanpa membawa bayinya karena disarankan tetap berada di rumah sakit. Sebelum pulang, Nurma sempat menyusui buah hatinya.

Minggu (15/11), pasutri asal Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, itu kembali mendatangi rumah sakit di Jalan dr Cipto itu untuk menjenguk sang anak. Pada saat itulah Subroto dan Nurma melihat bayi tersebut tumbuh rambut lebat.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news