alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Sastra & Budaya
icon featured
Sastra & Budaya

Wartawan JPRM Raih Anugerah Sastera Rancagè 2021

01 Februari 2021, 13: 10: 49 WIB | editor : Haryanto

Wartawan JPRM Raih Anugerah Sastera Rancagè 2021

Share this      

BANDUNG – Sastra Madura kembali tercatat sebagai peraih penghargaan Anugerah Sastera Rancagè kemarin (31/1). Penghargaan kali kedua untuk sastra Madura kali ini diraih oleh wartawan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Lukman Hakim AG atas bukunya yang berjudul Sagara Aeng Mata Ojan.

Hadiah Sastera Rancagè diberikan secara rutin setiap tahun sejak 1989 oleh Yayasan Kebudayaan Rancagè. Anugerah Sastera Rancagè untuk sastra Sunda sudah berlangsung 33 tahun sejak 1989. Tahun 1994, Hadiah Sastera Rancagè mulai diberikan kepada sastra Jawa, sastra Bali pada 1998, sastra Lampung mulai 2008, sastra Batak mulai 2015, dan untuk sastra Banjar mulai 2017.

Khusus hadiah sastra berbahasa Madura baru diberikan mulai 2020. Saat itu penghargaan untuk buku sastra berbahasa Madura dipecahkan antologi sanja’ (puisi) Kerrong ka Omba’ karya Mat Toyu.

Tahun 2020 terbit lima buku karya sastra berbahasa Madura. Masing-masing berjudul Lanceng Talpos karya N. Shalihin Damiri, Bâjing Tana karya Zainal A. Hanafi, Sokana karya Mat Toyu serta Sagara Aeng Mata Ojan dan Tang Bine Majembar Ate karya Lukman Hakim AG.

Penyelenggaraan Anugerah Sastera Rancagè 2021 merupakan kali pertama pengumuman pemenang tanpa dihadiri perintisnya, sastrawan Ajip Rosidi. Sebab, Ajip Rosidi wafat pada Juli 2020. Selain itu, pengumuman kali ini juga kali pertama penyelenggaraan Anugerah Sastera Rancagè secara virtual karena terkendala pandemi Covid-19.

Acara dimulai sambutan Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) Prof Yudho Giri Sucahyo, Mendikbud Nadiem Makarim, dan Dirjen Kebudayaan Farid Hilmar. Selain itu, sambutan Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancagè Erry Riyana Hardjapamekas dan Ketua Yayasan Kebudayaan Rancagè Titi Surti Nastiti.

Penghargaan yang sama juga diberikan untuk sastra Sunda, Jawa, Bali, dan Lampung. ”Selama ada buku bahasa daerah yang diterbitkan, kami akan tetap memberikan hadiah. Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan sastrawan dan penerbit,” kata Titi.

Lukman Hakim AG mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepedulian Yayasan Kebudayaan Rancagè yang secara konsisten memberikan penghargaan kepada sastra berbahasa daerah. Menurut dia, selama 33 tahun Yayasan Kebudayaan Rancagè menerima, menyeleksi, dan memberikan penghargaan merupakan kerja yang tidak mudah.

”Semoga karya sastra berbahasa Madura semakin subur. Yayasan Kebudayaan Rancagè sudah memperhatikan keberadaan dan perkembangan sastra tulis Madura. Penghargaan ini harus dipertahankan,” kata wartawan yang kini menjabat sebagai pemimpin redaksi (Pemred) itu. (luq)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news