alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarmadura
Home > Sastra & Budaya
icon featured
Sastra & Budaya

Anugerah Sastra Rancage 2021 Digelar Secara Virtual

Lima Buku Sastra Bahasa Madura Ikut Seleksi

23 Januari 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Anugerah Sastra Rancage 2021 Digelar Secara Virtual

Share this      

BANDUNG, Jawa Pos Radar Madura – Sastra Madura kembali berpeluang untuk menerima Hadiah Sastra Rancagè tahun ini. Lima buku karya sastrawan Pulau Garam dikirim ke Yayasan Kebudayaan Rancagè untuk diseleksi. Penganugerahan tahun ini akan digelar secara virtual, Minggu (31/1).

Hadiah Sastra Rancagè diberikan secara rutin setiap tahun sejak 1989. Hadiah Sastra Rancagè untuk sastra Sunda sudah berlangsung selama 33 tahun sejak 1989. Tahun 1994 Hadiah Sastra Rancagè mulai diberikan kepada sastra Jawa, sastra Bali mulai 1998, sastra Lampung mulai 2008, sastra Batak mulai 2015, dan untuk sastra Banjar mulai 2017.

Khusus hadiah sastra berbahasa Madura baru diberikan mulai 2020. Saat itu penghargaan untuk buku sastra berbahasa Madura dipecahkan antologi sanja’ (puisi) Kerrong ka Omba’ karya Mat Toyu.

Tahun ini terbit lima buku karya sastra berbahasa Madura. Masing-masing berjudul Lanceng Talpos karya N. Shalihin Damiri, Bâjing Tana karya Zainal A. Hanafi, Sokana karya Mat Toyu serta Sagara Aeng Mata Ojan dan Tang Bine Majembar Ate karya Lukman Hakim AG.

Dewan Pengurus Yayasan Kebudayaan Rancagé tidak akan mengadakan acara dengan mengundang banyak orang seperti tahun-tahun sebelumnya. Anugerah Sastera Rancagé 2021 akan dilaksanakan secara virtual melalui sambungan Zoom dan YouTube Minggu (31/1). ”Demi mendukung penanganan pandemi Covid-19,” tulis Dewan Pengurus Yayasan Kebudayaan Rancagé di akun Facebook-nya kemarin (22/1).

Selain Ketua Dewan Pembina Rancagé Erry Riyana Hardjapamekas, pada acara Anugerah Sastera Rancagé 2021 akan ada sambutan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid.

Lukman Hakim AG mengapresiasi kepedulian Yayasan Kebudayaan Rancagè yang secara konsisten memberikan penghargaan kepada sastra berbahasa daerah. Menurut dia, selama 33 tahun Yayasan Kebudayaan Rancagè menerima, menyeleksi, dan memberikan penghargaan merupakan kerja yang tidak mudah.

”Penghargaan memang bukan tujuan sastrawan berkarya. Namun, upaya yang dilakukan Yayasan Kebudayaan Rancagè secara terus-menerus dalam rangka pelestarian dan pengembangan sastra tulis bahasa daerah harus kita apresiasi,” kata pria asal Cangkreng, Lenteng, Sumenep, itu. 

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news