alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Bupati Baddrut Tamam Temui Warga Terdampak Banjir

Bangun Dapur Umum, Suplai Makanan

13 Januari 2021, 20: 42: 28 WIB | editor : Haryanto

PASTIKAN DIEVAKUASI: Bupati Baddrut Tamam menemui warga terdampak banjir di Kelurahan Patemon, Kecamatan Kota Pamekasan, Senin malam (11/1).

PASTIKAN DIEVAKUASI: Bupati Baddrut Tamam menemui warga terdampak banjir di Kelurahan Patemon, Kecamatan Kota Pamekasan, Senin malam (11/1). (Humas Pemkab Pamekasan for RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Luapan air sungai yang menggenangi empat kelurahan di Kecamatan Kota Pamekasan membuat pemkab bergerak cepat. Bahkan, Bupati Baddrut Tamam turun langsung menemui warga terdampak pada Senin malam (11/1).

Empat kelurahan itu adalah Gladak Anyar, Patemon, Jungcangcang, dan Bugih. Titik terparah berada di Kelurahan Gladak Anyar, Patemon, dan Jungcangcang. Saat terjadi banjir, Senin (11/1), Bupati Baddrut Tamam turun ke rumah-rumah warga di Kelurahan Patemon.

Malam itu, Bupati Baddrut didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Akmalul Firdaus. Bupati Baddrut memastikan warga terdampak banjir mendapat pertolongan dan tindakan evakuasi dari tim BPBD dan sejumlah stakeholder terkait.

Selain menginstruksikan agar warga terdampak banjir di empat kelurahan dievakuasi, Bupati Baddrut menginstruksikan agar ada suplai makanan. Sebab, mereka yang terdampak dipastikan tidak akan bisa memasak pada malam itu. ”Warga terdampak kami kirim makanan,” katanya.

Sementara bantuan lanjutan dari Pemkab Pamekasan masih menunggu rekap jumlah warga dari tiap kelurahan yang terdampak. ”Data masih dalam rekap, dan kami berharap bantuan ini nantinya bisa meringankan mereka yang terdampak luapan air sungai tersebut,” tambahnya.

Baddrut Tamam mengatakan, saat ini sudah ada dua dapur umum yang dibangun bersama oleh semua relawan dan masyarakat. Yakni, di Kelurahan Gladak Anyar dan Kelurahan Patemon. Semua unsur berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Dapur umum itu terletak di kantor kelurahan. Sementara di Kelurahan Jungcangcang dan Bugih tidak dibangun dapur umum karena genangan air di daerah tersebut tidak begitu parah dan cepat surut. ”Alhamdulillah, gotong royong warga luar biasa,” ungkapnya.

Camat Kota Pamekasan Ramhat Kurniadi Suroso mengatakan, data jumlah warga yang terdampak masih dalam rekap di tingkat kelurahan. Pihaknya masih menunggu hasil rekapitulasi. Sementara data yang diterima kecamatan hanya terkait kerusakan.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Sosial Mochammad Tarsun menuturkan, proses distribusi bantuan untuk warga terdampak banjir menunggu data. Data tersebut belum diterima dan masih diproses di tingkat kelurahan.

Dinsos memastikan bergerak untuk menangani dampak sosial ekonomi masyarakat. Setelah data warga terdampak itu terkumpul, pihaknya bisa mengajukan telaah staf kepada bupati.

Dinsos juga menyuplai makanan pada saat kejadian. ”Kami yang jelas masih menunggu data dari kecamatan, dan akan kami ajukan ke Pak Bupati. Bagaimana nanti bantuannya, bergantung pada kebijakan Pak Bupati, dan kami masih wait and see,” terangnya. (ky/luq/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news