alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Pemeliharaan Akses Lenteng–Palengaan Belum Tuntas

11 Januari 2021, 17: 32: 01 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM TUNTAS: Dua santri melintas di akses Lenteng–Palengaan Laok yang belum tuntas kemarin.

BELUM TUNTAS: Dua santri melintas di akses Lenteng–Palengaan Laok yang belum tuntas kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura –  Pengerjaan proyek pemeliharaan jalan di akses Lenteng–Palengaan Laok hingga kemarin (10/1) belum tuntas. Proyek dengan pagu anggaran Rp 5,1 miliar tersebut masih dalam proses gelar hotmix. Itu pun belum semuanya selesai.

Mustar selaku Direktur PT Puteri Mufida Group saat dikonfimrasi pada Jumat lalu (1/1) mengungkapkan, perusahaannya mendapat perpanjangan waktu pengerjaan 10 hari. Jika merujuk hal tersebut, pengerjaan proyek dengan pagu anggaran Rp 5,5 miliar tersebut seharusnya tuntas kemarin (10/1).

Ketika dikonfirmasi lagi oleh koran ini kemarin, Mustar menyampaikan pernyataan berbeda. Dikatakan, perusahaannya mendapat perpanjangan waktu pengerjaan 20 hari. Dengan demikian, pengerjaan proyek dengan anggaran jumbo tersebut harus tuntas pada 20 Januari. ”Iya belum selesai. Dulu (waktu dikonfirmasi) saya asal bunyi,” dalihnya.

Mustar beralasan belum selesainya pengerjaan proyek dipengaruhi faktor cuaca. Intensitas hujan yang turun selama beberapa hari terakhir memengaruhi capaian pengerjaan proyek. Meski begitu, dia berjanji akan segera menuntaskan pengerjaan proyek tersebut. ”Kami mengikuti aturan saja, dan kami juga didenda,” ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui layanan telepon selulernya, Kabid Pemeliharaan Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Ika Yulia Rakhmawati tidak merespons. Namun sebelumnya, perempuan yang juga menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek pemeliharaan jalan itu mengakui banyak proyek yang belum selesai.

Kendati demikian, institusinya tidak langsung memutus kontrak rekanan pelaksana proyek yang melibas deadline. Demi asas kemanfaatan dari infrastruktur yang dibangun, PUPR memberi perpanjangan waktu kepada semua kontraktor dengan syarat membayar denda. ”Kami sediakan waktu 50 hari,” kata Ika Yulia Rakhmawati. (par)

Namun, waktu perpanjangan yang diberikan kepada masing-masing rekanan berbeda-beda. Yakni, bergantung capaian dari pengerjaan yang sudah dilakukan. Sebelum memberi perpanjangan waktu pengerjaan proyek, PUPR mempertimbangkan masukan dari konsultan pengawas.

Di sisi lain, Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan Khairul Umam mendesak semua rekanan pelaksana proyek yang melibas deadline untuk secepatnya menuntaskan tanggung jawabnya. Sebab, peningkatan dan pemeliharaan jalan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan ekonomi.

”Substansi dari proyek PEN untuk pemulihan ekonomi. Karena itu, segera diselesaikan,” ingatnya.

Pria yang juga wakil ketua Komisi IV DPRD Pamekasan itu meminta proses pengerjaan proyek supaya tidak asal-asalan. Dirinya berjanji akan mengecek langsung hasil pengerjaan jika semua proyek selesai dikerjakan. ”Pasti akan kami sidak untuk memastikan proyek dikerjakan sesuai ketentuan,” janjinya. (jup)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news