alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan
Kades Laden Berada di Atas Angin

Pasca Menangkan Gugatan yang Diajukan Perangkat Desa Lama

11 Januari 2021, 17: 30: 16 WIB | editor : Abdul Basri

OPTIMISTIS: Kades Laden Alimuddin (kiri) foto bersama pengacaranya Sulaisi Abdurrazzaq di ruang tunggu Hotel Front One pada Kamis lalu ( 7/1).

OPTIMISTIS: Kades Laden Alimuddin (kiri) foto bersama pengacaranya Sulaisi Abdurrazzaq di ruang tunggu Hotel Front One pada Kamis lalu ( 7/1). (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Penampilan Kepala Desa (Kades) Laden, Kecamatan Kota Pamekasan, Alimuddin memang tidak banyak bicara. Sifatnya memang tenang dan santai. Tapi sekali bergerak, mematikan langkah lawan. Hal itu terbukti setelah Alimuddin memenangkan gugatan yang diajukan perangkat Desa Laden, yaitu Dayat Hermanto dan kawan-kawan.

Sebelumnya, perangkat Desa Laden menuding Alimuddin melakukan penyimpangan saat menjalankan tata kelola pemerintahan desa. Namun, tudingan tersebut tidak terbukti. Dalam amar putusan yang dibacakan pada Kamis lalu (7/1), majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya tidak mengabulkan gugatan para penggugat.

Sebagaimana diketahui, Dayat Hermanto dan kawan-kawan merupakan perangkat desa yang diangkat pada masa kepemimpinan Kades Laden Fathor Rahman. Nama perangkat desa lainnya yang menggugat Kades Alimuddin adalah Subahan, Lilik Kustini, Khairul Ramadhan, Maftuhah Maulidiyah, Abdul Gafur, Hartono Hidayat, Sri Agustiningsih, dan Rini Indrayati.

Mereka melayangkan gugatan ke PTUN karena diberhentikan sebagai perangkat desa oleh Alimuddin. Mereka juga menyatakan tidak bisa bekerja sama dengan Kades karena melakukan pelanggaran yang dilarang Undang-Undang. ”Saya sudah berulang kali bertemu dengan perangkat desa dan meminta SK, tapi tidak diindahkan. Para penggugat malah sering mengadakan pertemuan di rumah Kades lama,” ucap Alimuddin.

Menurut Alimuddin, agar tata kelola pemerintahan desa dan program kerja berjalan lancar, pihaknya memberhentikan perangkat desa dan mengangkat perangkat desa baru. Namun, kebijakan tersebut membuat Dayat Hermanto dan kawan-kawan tidak terima. Mereka lalu melayangkan gugatan ke PTUN. Hasilnya, gugatan penggugat tidak dikabulkan majelis hakim.

”Awalnya mereka melaporkan saya ke kejaksaan, tapi kandas. Bahkan, laporan ke Kementerian Hukum dan HAM. Tidak puas, mereka melayangkan gugatan ke PTUN, namun kalah lagi. Sekarang, saatnya saya melakukan perlawanan,” tegas Alimuddin.

Sementara itu, Sulaisi Abdurrazaq selaku lawyer Alimuddin menegaskan siap meladeni penggugat jika kembali mengusik kliennya. Salah satu cara yang akan dipilih adalah dengan melaporkan penggugat ke aparat penegak hukum, berikut pihak-pihak yang berada di balik para perangkat. Termasuk, kasus dugaan korupsi yang mungkin terjadi di Desa Laden.

”Pintu masuknya lewat kesaksian palsu di persidangan. Sebab, semua tuduhan yang mereka sampaikan tak satu pun terbukti. Ironisnya, keterangan yang disampaikan berbeda-beda. Jika para penggugat masih tidak puas meski sudah lima kali kalah, kami mempersilakan melakukan upaya banding. Kami akan layani sampai tuntas,” kata dosen Ilmu Hukum di Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura itu.

(mr/sin/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news