alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Sriwijaya Jatuh, HMI Gelar Doa Bersama

11 Januari 2021, 17: 28: 20 WIB | editor : Abdul Basri

BERDUKA: Kader HMI Komisariat Al-Khairat Cabang Pamekasan menggelar doa bersama untuk korban Sriwijaya Air SJ-182 di sekretariat komisariat yang terletak di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, kemarin.

BERDUKA: Kader HMI Komisariat Al-Khairat Cabang Pamekasan menggelar doa bersama untuk korban Sriwijaya Air SJ-182 di sekretariat komisariat yang terletak di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, kemarin. (ISTIMEWA)

Share this      

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta–Pontianak pada Sabtu lalu (9/1) menyisakan duka mendalam. Apalagi, proses pencarian korban sampai kemarin (9/1) belum tuntas. Doa dan simpati kepada korban terus mengalir. Salah satunya datang dari kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Al-Khairat Cabang Pamekasan.

Berdasar manifes yang diterima koran ini, salah satu korban jatuhnya Sriwijaya Air adalah Mulyadi P. Tamsir dan istrinya Makrufatul Yeti Srianingsih. Pria kelahiran Lampung itu merupakan mantan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) HMI periode 2015–2017. Makrufatul Yeti Srianingsih di urutan ke-31 dan Mulyadi P. Tamsir di urutan ke-32.

”Kami turut berduka atas insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut. Apalagi, mantan Ketum PB HMI Kakanda Mulyadi dan istrinya tercatat sebagai salah satu penumpang. Karena itu, HMI menggelar doa bersama. Kami membacakan surah Yasin dan tahlil kepada seluruh penumpang Sriwijaya Air SJ-182,” ucap Ketum HMI Komisariat Al-Khairat Cabang Pamekasan Ach. Ubaidillah.

Menurut Ubaidillah, tidak semua kader HMI Komisariat Al-Khairat hadir dalam acara tersebut. Sebab, bertepatan dengan hari libur. Namun, pihaknya telah meminta semua kadernya untuk mendoakan semua korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di kediamannya masing-masing. ”Khususnya, memanjatkan doa kepada kakanda Mulyadi P Tamsir,” katanya.

Dijelaskan, sosok Mulyadi memiliki peran penting dalam perjalanan kaderisasi organisasi dengan julukan hijau hitam di Pamekasan. Sebab, pria kelahiran 8 April 1981 itu pernah mengisi kegiatan LK 2 tingkat nasional di Kota Gerbang Salam pada 2017 lalu.

Sementara itu, mantan Ketum HMI Cabang Pamekasan Chairul Umam periode 2016–2017 mengaku tidak percaya saat mendapat kabar bahwa Mulyadi tercatat sebagai salah satu penumpang Sriwijaya Air. Apalagi, Mulyadi baru beberapa bulan mempersunting Makrufatul Yeti Srianingsih. ”Jujur saya saya shock. Sebab, Mas Mul baru saja menikah,” tuturnya.

Mantan Wasekjen PB HMI periode 2018–2020 itu membenarkan jika Mulyadi pernah mengisi kegiatan LK 2 di Pamekasan pada 2017 lalu. Materi yang disampaikan saat itu perihal kepemimpinan. Baginya, Mulyadi sosok yang energik dan revolusioner. ”Kawan-kawan HMI se-Indonesia, mohon doa terbaiknya untuk kanda Mulyadi dan penumpang lainnya,” pintanya. (jup)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news