alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Buaya Sepanjang 2 Meter Gegerkan Masalembu

11 Januari 2021, 17: 25: 36 WIB | editor : Abdul Basri

GEGER: Kapolsek Masalembu Iptu Sudjarwo dan warga melihat buaya yang berhasil ditangkap di tepi Pantai Masna, Desa Suka Jeruk, Kecamatan Masalembu, Sabtu (9/1).

GEGER: Kapolsek Masalembu Iptu Sudjarwo dan warga melihat buaya yang berhasil ditangkap di tepi Pantai Masna, Desa Suka Jeruk, Kecamatan Masalembu, Sabtu (9/1). (Kapolsek Masalembu For RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Warga Masalembu digegerkan penemuan seekor buaya yang tersesat di tepi Pantai Masna, Desa Suka Jeruk, Kecamatan Masalembu, pada Sabtu siang (9/1). Buaya berukuran sekitar dua meter itu ditangkap warga sekitar pukul 13.00. Agar tidak membahayakan warga lainnya, kaki dan moncongnya diikat.

Meski berhasil menangkap buaya, warga setempat tidak membunuhnya. Sebab, warga setempat memiliki mitos perihal buaya yang ada di Pulau Masalembu. Konon, salah seorang warga Kampung Mandar, Desa Masalima, ditemani seekor buaya saat melahirkan. Karena itu, warga bersepakat melepas buaya tersebut ke laut agar jauh dari permukiman penduduk.

”Buaya yang ditangkap warga itu ditemukan di tepi Pantai Masna,” kata salah seorang warga Desa Suka Jeruk, Amaruddin.

Menurut Amaruddin, buaya yang muncul di Pulau Masalembu tidak akan dibunuh. ”Warga hati-hati jika menemukan buaya, tidak langsung dibunuh. Khawatir masih keturunan buaya yang dipercaya menemani warga saat melahirkan,” pungkas pria berusia 38 tahun itu.

Sementara itu, Kapolsek Masalembu Iptu Sudjarwo membenarkan penemuan buaya tersebut. Menurut dia, pihaknya langsung ke lokasi begitu menerima laporan dari warga. ”Mitos tentang buaya di Masalembu memang ada. Setelah kami beri pemahaman, waga sepakat melepas buaya tersebut ke area yang jauh dari permukiman penduduk,” terangnya.

Di sisi lain, salah seorang warga sekaligus salah satu guru di SMAN 1 Masalembu ngotot memelihara buaya tersebut. Karena itu, sampai sekarang buaya tersebut dikuasai oleh warga bernama Satriya. ”Buaya itu sekarang ada di dalam penangkaran, mau dipelihara warga katanya,” pungkas Sudjarwo.

(mr/rus/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news