alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Peserta WUB Tahun Ini 80 Kelompok

Jumlah Pelatihan Bertambah Jadi 27 Paket

11 Januari 2021, 14: 27: 26 WIB | editor : Haryanto

MEMPERMUDAH USAHA: Plt Kepala Disnakertrans memberikan sertifikat pelatihan WUB dan izin usaha OSS kepada peserta pelatihan Desember 2020.

MEMPERMUDAH USAHA: Plt Kepala Disnakertrans memberikan sertifikat pelatihan WUB dan izin usaha OSS kepada peserta pelatihan Desember 2020.

Share this      

PAMEKASAN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menambah kuota peserta pelatihan untuk Wirausaha Baru (WUB) pada 2021. Jika pada 2020 hanya 66 kelompok dengan jumlah 1.100 peserta, tahun ini naik menjadi 80 kelompok atau sekitar 1.600-an peserta.

Selain jumlah kelompok bertambah, jumlah paket pelatihannya juga bertambah. Pada tahun 2020, pelatihan yang disediakan hanya 22. Pada tahun ini menjadi 27 paket pelatihan. ”Ada beberapa pelatihan baru,” terang Plt Kepala Disnakertrans Supriyanto.

Pelatihan baru itu atas permintaan masyarakat. Di antaranya, pelatihan membuat kecap, ukir, dan pelatihan pengolahan tempe dan tahu. ”Kemudian, ada permintaan pelatihan pembuatan rokok linting. Ini permintaan dari perusahaan rokok di Pamekasan,” sambung mantan Kabag Humas Pemkab Pamekasan itu.

GAGAH: Plt Kepala Disnakertrans Supriyanto.

GAGAH: Plt Kepala Disnakertrans Supriyanto.

Supriyanto mengatakan, warga yang dilatih dalam program WUB pada 2020 tidak dibiarkan begitu saja. Para fasilitator yang berjumlah sekitar 42 orang itu ditugaskan untuk memetakan para peserta yang sudah selesai dilatih ke dalam beberapa kategori atau kelompok untuk memetakan output dari pelatihan WUB 2020.

Pertama, peserta dengan kategori A. Mereka tidak ada kendala baik modal dan alat, dan sudah bisa menyerap tenaga kerja. ”Sudah ada beberapa orang yang masuk dalam kategori ini sebagai hasil dari pelatihan pada 2020,” ungkapnya.

Kedua, kategori B. Mereka sudah bisa berusaha. Namun, belum bisa menyerap tenaga kerja. Ketiga, kategori C. Yakni, mereka sudah dilatih dan alatnya sudah ada. Namun, modalnya belum ada. Sudah menujukkan usahanya namun ada kendala modal.

Keempat, kategori D. Yakn, peserta yang sudah dilatih namun belum bisa apa-apa. ”Dia punya kendala modal dan alat. Namun, mayoritas dari hasil pelatihan mereka menempati posisi kategori B,” terang pria yang akrab disapa Pak Pri tersebut.

Pri mengatakan, pada 2020 hanya beberapa perusahaan yang menyumbang CSR berupa alat wirausaha baru. Pada tahun ini sudah dirintis kerja sama dengan PT Taspen dan beberapa perusahaan di Jakarta. ”Untuk nanti bisa memberikan CSR berupa alat, dan ini kita rintis,” tukasnya. (ky/han/par)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news