alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Kakak Kopilot Sriwijaya Air: Mohon Doa Terbaik Buat Adik Tercinta

09 Januari 2021, 22: 43: 26 WIB | editor : Haryanto

PEKERJA KERAS: Fadly Satrianto swafoto di ruang kokpit pesawat.

PEKERJA KERAS: Fadly Satrianto swafoto di ruang kokpit pesawat. (Istimewa)

Share this      

SAMPANG – Insiden jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu membuat kerabat penumpang sedih. Hal itu juga dirasakan Plt Direktur RSD Ketapang dr Juan Setiadi Zenniko. Sebab, adiknya menjadi kopilot pesawat tujuan Pontianak tersebut. Dia berharap dan berdoa adiknya selamat dari musibah tersebut.

Kabar insiden jatuhnya pesawat yang ditumpangi adik dr Juan Setiadi Zenniko tersebut disampaikan di status media sosialnya pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 19.26. Semula, dokter yang akrab disapa dokter Niko itu mengunggah foto bertuliskan "Our Deepest Condolences with Sympathy for The Lost SJ-182”.

Saat dihubungi RadarMadura.id, dokter Niko mengaku sedih pasca menerima kabar Sriwijaya Air jatuh. Dikatakan, kabar jatuhnya Sriwijaya Air diterima sekitar pukul 17.30. Karena adiknya bekerja di Sriwijaya Air, dokter Niko lalu menghubungi orang tuanya. Tujuannya, memastikan posisi sang adik, Fadly Satrianto.

”Saya menanyakan adik kandung saya posisinya di mana? Flight ke mana? Lalu, orang tua saya menjawab bahwa Fadly Satrianto flight ke Pontianak,” ujarnya.

Menurut dokter Niko, sangat manusiawi jika sedih dan panik. Sebab, dia tidak bisa menghubungi Fadly Satrianto saat kabar jatuhnya Sriwijaya Air viral di media sosial. ”Saat telepon nggak nyambung. Karena itu, saya coba cari informasi ke rekan-rekan dokter di Jawa Timur. Saya syok nama adik saya ada di manifes Sriwijaya Air,” ucapnya.

Dokter Niko mengungkapkan, nama adiknya tertera jelas di urutan ke-40 pada manifes Sriwijaya Air. ”Umur adik saya 28 tahun. Saat ini kami sedang menunggu press release dari AirNav. Mohon doa yang terbaik buat adik kandung tercinta saya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hilang kontak sekitar pukul 14.40. Pesawat Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJ-182 itu terbang dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Supadio, Pontianak. (*)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news