alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

KH. Nuruddin A. Rahman Tak Kenal Lelah Perjuangkan Rakyat Madura

09 Januari 2021, 02: 13: 44 WIB | editor : Haryanto

BERJASA: KHARISMATIK: Almarhum KH. Nuruddin A. Rahman seusai diskusi tentang provinsi Madura di kantor JPRM pertengahan Oktober 2020.

BERJASA: KHARISMATIK: Almarhum KH. Nuruddin A. Rahman seusai diskusi tentang provinsi Madura di kantor JPRM pertengahan Oktober 2020. (RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Sosok KH. Nuruddin A. Rahman tidak asing di telinga masyarakat. Bersama para ulama yang tergabung dalam Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra), beliau tak kenal lelah berjuang demi rakyat Madura.

KH. Nuruddin ikut andil dalam berbagai upaya pembangunan di Madura. Terbaru, pengasuh Ponpes Al-Hikam itu aktif bersama para tokoh menyuarakan Madura provinsi.

Pria yang menjabat Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim itu hadir dalam sejumlah pertemuan. Di antaranya, pertemuan antara Panitia Nasional Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (PNP3M) dan para akademisi bersama DPRD Pamekasan beberapa waktu lalu.

Kemudian, almarhum juga hadir ketika PNP3M, para rektor, para tokoh ulama dan pemuda bertemu dengan Menko Polhukam Prof. Mahfud MD di Jakarta. Bahkan, KH. Nuruddin menjadi salah satu perwakilan yang menyampaikan langsung aspirasinya kala itu.

Terakhir, ketua Baznas Bangkalan itu hadir dalam pertemuan antara tokoh Madura bersama sejumlah anggota DPD RI. Pertemuan itu dipimpin langsung Ketua DPD RI A. Lanyalla Mahmud Mattalitti di Surabaya.

KH. Nuruddin sempat berdialog seputar Madura provinsi dalam program Madura Talks JPRM. Beliau mengaku sudah puluhan tahun aktif dalam perjuangan tersebut. Tepatnya, sekitar tahun 1995.

Salah satu alasan mengapa begitu semangat memperjuangkan kemandirian Madura, karena demi nasib masyarakat. Menurut kajiannya, jika cita-cita provinsi itu terwujud, kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Kemudian, pelayanan pemerintah akan lebih dekat sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Mengenai dampak negatif, diyakini pasti ada. Tetapi, jauh lebih banyak dampak positifnya. ”Lebih banyak manfaat ketimbang mudarat,” katanya kala itu.

Namun, sosok yang tak kenal lelah memperjuangkan masyarakat Madura itu kini telah tiada. Beliau wafat di RS Unair, Surabaya Jumat (8/1) sekitar pukul 22.45. Jenazah akan disemayamkan di lingkungan Ponpes Al-Hikam, Tunjung, Burneh, Bangkalan. (pen)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news