alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

TKI Asal Pamekasan Terjerat Kasus 5 Kg Sabu-Sabu

07 Januari 2021, 17: 39: 10 WIB | editor : Abdul Basri

MASIH MUDA: Dua kuli asal Pamekasan diamankan di Kantor Bea Cukai Juanda karena kedapatan membawa sabu dari Malaysia, Senin (4/1).

MASIH MUDA: Dua kuli asal Pamekasan diamankan di Kantor Bea Cukai Juanda karena kedapatan membawa sabu dari Malaysia, Senin (4/1). (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO, Jawa Pos Radar Madura – Tiga penumpang Air Asia QZ-231 rute Kuala Lumpur–Sidoarjo diamankan petugas Bea Cukai Bandara Internasional Juanda Senin (4/1). Dua orang berasal dari Pamekasan dan seorang penumpang asal Surabaya. Mereka kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 5 kilogram (kg).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, tiga penumpang tersebut diamankan sekitar pukul 11.46 WIB di Bandara Juanda Sidoarjo. Dua di antara mereka kedapatan membawa obat-obatan terlarang jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Penangkapan tiga penumpang yang bekerja kuli di negeri jiran itu dimulai pukul 10.46. saat pesawat Air Asia QZ-231 landing dan parkir di apron delapan Bandara Internasional Juanda. Sekitar pukul 10.50, para penumpang turun dari pesawat. Melalui gerbang (gate) delapan mereka melewati serangkaian pemeriksaan dokumen Covid-19.

Pada pukul 11.15, penumpang melewati proses pemeriksaan paspor. Lalu, pada pukul 11.30, menjalani pemeriksaan X-ray di Bea Cukai Kanwil III Bandara Internasional Juanda. Saat itulah ditemukan barang yang dicurigai sebagai amfetamin dalam bagasi penumpang.

Barang itu ditemukan di bagasi penumpang dari Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, atas nama Holil, 24. Barang terlarang juga diamankan dari bagasi Rizal, 22, warga Kedundung, Surabaya. Keduanya kemudian diamankan ke Kantor Bea Cukai Bandara Internasional Juanda untuk dimintai keterangan.

Pukul 11.40 dilakukan pemeriksaan fisik terhadap barang amfetamin tersebut. Baru kemudian pada pukul 12.15 dilaksanakan penimbangan terhadap barang bukti amfetamin dan ekstasi.

Pukul 14.05, Bahri, 35, warga Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, juga diamankan. Dia dibawa ke Kantor Bea Cukai di Jalan Raya Juanda dengan pengawalan petugas Bea Cukai dan Pengamanan Tertutup (Pamtup) Satgaspam Bandara Juanda.

Barang bukti (BB) yang diamankan dari Holil dan Rizal total berat 5,395 gram dan 100 butir ekstasi terdiri atas Spongebob 40 butir, Mahkota 30 butir, Mata 30 butir. Perinciannya, dari penumpang Holil disita 25 bungkus sabu dengan berat 3.000 gram. Dari Rizal, yang lahir di Sampang itu, 12 bungkus dengan berat 2.395 gram.

Sementara dari Bahri tidak ditemukan narkoba. Namun, ketika mengambil barang, dia berdekatan dengan Holil dan Rizal. Bahri lahir di Pamekasan, 23 Juli 1986. Dia bekerja sebagai kuli bangunan di Sungai Besi, Malaysia, dengan nomor paspor XE252671.

Holil juga lahir di Pamekasan pada 1 Februari 1997. Di Malaysia dia bekerja sebagai kuli bangunan di Ipoh Perak dengan nomor paspor XE252719. Sementara Rizal yang juga pekerja bangunan di Klang, Malaysia, lahir di Sampang pada 20 November 1999. Nomor paspor B7929724.

Pukul 14.34 WIB dilaksanakan tes laboratorium terhadap barang bukti 5.395 gram sabu-sabu dan 100 butir ekstasi itu. Pukul 16.16 dilaksanakan serah terima dari Kasubsi Penindakan Bea Cukai Juanda Hendra kepada Satnarkoba Polres Sidoarjo yang diwaliki Iptu Bambang.

”Kita tentu tidak bekerja sendiri. Kita bekerja sama dengan semua pihak dan tiga orang itu sudah kami serahkan kepada yang berwenang,” terang Kasi Layanan Informasi Bea Cukai Juanda Syamsu kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (6/1).

Kepala Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Muki Efendi belum bisa membenarkan apakah dua tersangka itu benar-benar warganya. Sebab, itu barang dari Malaysia dan belum ada laporan. ”Namun yang pasti, kami selalu mewanti-wanti agar tidak ada warga kami yang bersentuhan dengan barang haram tersebut,” ungkapnya.

Pengungkapan kasus narkoba dari Malaysia ke Madura kerap terjadi. Seperti penangkapan IM alias Sarintem, warga asal Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, oleh Unit II Subdit II Polda Metro Jaya. Dia ditangkap di Jalan Raya Tamberu, Batumarmar, Selasa (2/4/2019), karena menerima kiriman sabu dari Malaysia. Pengirim paket berisi narkoba itu atas nama Sarimah dari Malaysia. Paket tersebut berisi 5,283 kilogram sabu-sabu. (ky)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news